Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
12 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Turnamen Bulutangkis Malaysia Open 2022

Apri/Fadia Terus Tebar Ancaman

Apri/Fadia Terus Tebar Ancaman
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (FotoL Humas PP PBSI)
Kamis, 30 Juni 2022 20:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti terus menebar ancaman bagi lawan-lawannya. Terbaru, mereka menaklukkan unggulan enam, Nami Matsuyama/Chiharu Shida dari Jepang di babak 16 besar Turnamen Bulutangkis Malaysia Open 2022. Apri/Fadia menang straight game 21-16, 21-15 dalam laga yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/6/2022).

"Alhamdulillah bersyukur dengan hasil hari ini. Kita benar-benar menyiapkan pola permainan dan pikiran karena memang ada kans dan kita juga senang mainnya. Dan mereka akhirnya jadi bingung, sehingga kita bisa ambil kesempatan itu sebaik mungkin, tidak mau melepaskan kesempatan yang sudah di depan mata," tutur Apri.

"Sejak dua hari yang lalu, saya sudah pelajari permainan mereka. Kita fokus tadi di pukulan satu-dua awal, itu tidak boleh lepas. Setelah itu, kalau reli-reli kita main safe saja," sambung Fadia.

Mengalahkan Matsuyama/Shida sangat berarti bagi Apri/Fadia. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi lawan berat lainnya di perempat final. Yaitu, unggulan pertama asal China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

"Arti kemenangan hari ini pastinya bikin tambah percaya diri. Semoga besok kita bisa menampilkan penampilan seperti ini lagi," tutur Fadia.

Sebagai seorang senior, Apri pun tidak lelah terus berpesan kepada Fadia untuk tidak berhenti belajar karena perjalanan pasangan ini baru dimulai. "Saya selalu berpesan pada Fadia, jangan mengubah mind set. Sejauh-jauhnya kita melangkah sampai hari ini, kita belum apa-apa. Masih banyak yang harus kita pelajari dan harus selalu punya hati untuk belajar. Tahu tanggung jawab di dalam dan luar lapangan," pesan Apri.

Selain Apri/Fadia, kemenangan juga diraih Ribka Sugiarto/Febby Valencia Dwijayanti Gani. Ribka/Febby menang atas pasangan gado-gado India/Amerika Serikat, Srivedya Gurazada/Ishika Jaiswal dengan skor 21-12, 21-8.

Sayang, langkah Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi harus terhenti. Pasangan nomor 68 dunia ini takluk lewat pertarungan sengit 91 menit dari Du Yue/Li Wen Mei (China), 21-19, 16-21, 21-23.

"Hari ini kami sudah bermain maksimal, seluruh kemampuan sudah dikerahkan tapi memang mungkin belum rezeki," kata Febriana yang akrab disapa Ana.

"Di poin-poin akhir kami terlalu nafsu tapi malah jadi bumerang buat diri sendiri. Terlalu pengen mematikan bola malah mati sendiri," sambung Amalia alias Tiwi.

Walau kalah, Ana/Tiwi mengaku mendapat pengalaman penting. Mereka juga bersyukur permainannya terus membaik. "Kami dapat pengalaman penting hari ini. Dari sisi mental dan daya juangnya tidak boleh mudah menyerah, selama belum gim masih ada kesempatan. Tidak ada yang tidak mungkin," ujar Ana.

"Tapi di luar itu, kami merasa penampilan kami terus membaik dan meningkat," pungkas Tiwi. ***

wwwwww