Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
20 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
17 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
6 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
2 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Kampus

UAS Sebut 'Kita Harus Rebut Posisi Politik', Qodari Prediksi Bakal Terjadi Polarisasi Ekstrim di Pilpres 2024

UAS Sebut Kita Harus Rebut Posisi Politik, Qodari Prediksi Bakal Terjadi Polarisasi Ekstrim di Pilpres 2024
Ustadz Abdul Somad (UAS).
Rabu, 29 Juni 2022 11:43 WIB
JAKARTA – Pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) pada pertemuan Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia melahirkan berbagai prediksi terkait polorisasi di Pilpres 2024. Saat itu UAS mengatakan, kita harus merebut posisi politik.

Keyakinan akan terjadi polarisasi ekstrim itu juga diungkap pengamat politik, M Qodari. Menurut dia, dengan perkembangan politik saat ini masih ada kemungkinan politik identitas seperti Pilpres 2019.

"Warning nih, dengan konstelasi yang ada sekarang ini, harus siap-siap dengan kemungkinan polarisasi ekstrim lagi pada 2024, dengan berat hati harus disampaikan mumpung belum terjadi," katanya dalam channel YouTube Jokowi-Prabowo 2024, Selasa (28/6/2022).

Dia menjelaskan jika Pilpres 2024 terjadi hingga dua putaran, pasti akan ada pasangan capres-cawapres dimanfaatkan atau bahkan bekerja sama dengan kelompok-kelompok identitas, misalnya PA 212 dan Ustaz Abdul Somad (UAS).

"Saya eksplisit sekarang, soalnya UAS-nya sudah eksplisit kemarin dalam pertemuan Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia, dia mengatakan 'kita harus merebut posisi politik'," jelasnya.

Tak hanya itu, dia menyebutkan tokoh yang juga akan turut memanaskan Pilpres 2024 masih sama datang dari Jaringan Alumni Timur Tengah yang secara terang-terangan mengatakan Indonesia 2025 akan lahir khilafah.

"Saya ulang, ya, 2025 akan lahir khilafah namanya Bachtiar Nasir, siapa Bachtiar Nasir? Tokoh PA 212," ungkapnya.

Qodari juga mengatakan kelompok identitas tersebut akan memakai label agamis pada calon tertentu dan membentuk polarisasi.

"Begitu dipakai isu agama, calon islam, maka otomatis pemilih akan terbelah. Menciptakan pembelahan dan polarisasi yang semakin ekstrim. Demikianlah trennya, bukan ngarang," tuturnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:genpi.co
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Kampus
wwwwww