Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
14 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
17 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
2 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

DPR Minta Kesehatan Jamaah Indonesia Dipantau Secara Intens

DPR Minta Kesehatan Jamaah Indonesia Dipantau Secara Intens
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Dr Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa)
Selasa, 28 Juni 2022 14:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Dr Kurniasih Mufidayati meminta agar kesehatan jamaah calon haji yang saat ini berada di Tanah Suci benar-benar diperhatikan jelang puncak haji.

Kurniasih mengatakan kesehatan adalah faktor paling penting dalam menunaikan ibadah haji. Sebab mayoritas ibadah yang akan dilakukan akan menggunakan kekuatan fisik. Sehingga kesehatan jamaah Indonesia harus terus dipantau cukup intens oleh petugas.

"Petugas kesehatan perlu memantau kesehatan jamaah Indonesia secara lebih intens. Prioritas tentu yang masuk kategori risiko tinggi dan kepada seluruh jamaah. Setiap hari harus ada pengingatan untuk tetap menjaga kesehatan di Tanah Suci dan bila mengalami gangguan kesehatan segera melapor ke petugas kesehatan," ujar Kurniasih dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

Kurniasih menyebut kondisi di Makkah dan Madinah amat berbeda dengan di Indonesia. Cuaca panas dengan kelembaban rendah menjadi tantangan jamaah haji Indonesia tahun ini.

"Apalagi untuk ibadah harian juga memerlukan fisik yang prima, mungkin ada yang umrah sunnah atau tawaf sunnah itu memerlukan fisik yang bagus. Harus tetap dijaga jangan sampai nanti saat puncak haji justru kelelahan atau sakit. Cukup asupan dan cairan karena tantangannya adalah heat stroke atau dehidrasi di cuaca panas ini," ungkap Kurniasih.

Ia juga meminta agar jamaah calon haji bisa memperhatikan setiap instruksi yang dikeluarkan oleh petugas terutama saat puncak haji Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Setiap instruksi sudah diatur berdasarkan situasi dan kondisi bagi kenyamanan jamaah menunaikan haji.

"Perjuangannya nanti di saat-saat puncak haji di Armuzna, jadi kepada setiap jamaah diharapkan benar-benar memperhatikan arahan dari petugas termasuk dari sisi kesehatan. Semoga semuanya berjalan lancar dan jamaah haji Indonesia menjadi jamaah haji yang mabrur," ungkapnya.***

wwwwww