Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
7 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
13 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kata Jokowi, Bulog Cuma Bisa Ambil Beras Petani, Tapi Enggak Bisa Jualnya

Kata Jokowi, Bulog Cuma Bisa Ambil Beras Petani, Tapi Enggak Bisa Jualnya
Ilustrasi Presiden Jokowi sidak ke Bulog. (Foto: istimewa)
Senin, 20 Juni 2022 21:49 WIB

JAKARTA - Presiden Jokowi meminta semua pihak mulai dari petani hingga BUMN meningkatkan produksi beras nasional. Kebutuhan pangan yang satu ini sangat penting di tengah ancaman krisis karena situasi global yang tak lagi kondusif.

Tak hanya memproduksi beras dalam jumlah besar, Jokowi juga minta penyerapannya dilakukan dengan benar. Menurutnya, harus ada off taker yang benar-benar serius membeli beras petani hingga mampu menjualnya ke masyarakat. Dalam arahannya ini, dia menyindir Perum Bulog yang dinilainya tak mampu menjalankan tugas tersebut.

"Kalau sudah diambil, jangan kayak Bulog. (Mereka) ambil dari petani banyak, stop. Enggak bisa jual, sehingga kualitasnya turun dan ada yang busuk, rusak," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6).

Arahan agar penyerapan beras petani harus dilakukan benar, termasuk biaya angkut dan jualnya, sudah disampaikan Jokowi ke Menteri BUMN Erick Thohir, kementerian lain, pemda, hingga swasta.

Alasannya, kata dia, uang yang dikeluarkan dari APBN untuk pangan sangat besar. Pada 2018, anggaran pemerintah untuk pangan mencapai Rp 86 triliun. Di tahun ini, naik menjadi Rp 92,3 triliun.

"Semua harus ada grand plan-nya. Rencana besarnya seperti apa? Sudah disampaikan, termasuk dengan (rencana) pelaksanaan juga harus ada," tegas Jokowi.

Selain beras, Jokowi juga minta pangan lain yang mulai serius ditanam adalah sorgum. Pangan yang ditanam harus disesuaikan dengan daerah seperti sorgum yang cocoknya di Nusa Tenggara Timur.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya
wwwwww