Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Gelanggang

NOC Indonesia dan IOA Dorong Perubahan Mind Set Olahraga

NOC Indonesia dan IOA Dorong Perubahan Mind Set Olahraga
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari dan Ketua IOA, Yayuk Basuki yang didampingi Taufik Hidayat. (Foto: NOC Indonesia)
Kamis, 16 Juni 2022 20:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) bersama Asosiasi Olympian Indonesia (IOA) membahas serius masa depan olahraga Indonesia. Keduanya sepakat perubahan mind set olahraga menuju kancah dunia sangat diperlukan.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang didampingi Komite Eksekutif Rafiq Hakim Radinal serta Wakil Sekretaris Jenderal II Wijaya Noeradi menerima audiensi Pengurus IOA 2022-2026 yang diketuai Yayuk Basuki.

Legenda tenis Indonesia ini hadir bersama delapan pengurus IOA, yakni Taufik Hidayat, Wailan Walalangi, Akbar Nasution, Lieng Lieng Agustin, Dedek Erawati, Shenny Ratna Amelia, Juanda Wangsa Putri, Emma Tahapry, Nurfitriyana Saiman.

“IOA ini merupakan bagian dari NOC Indonesia. Kami tidak bisa lepas dari IOA karena memang misi kami di setiap penyelenggaraan Olimpiade adalah menambah atlet ke Olimpiade. Itu artinya, kami juga memberikan anggota baru kepada IOA pada setiap Olimpiade,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, Kamis (16/06).

IOA merupakan asosiasi Olympian Indonesia. Olympian atau OLY adalah status yang disematkan khusus bagi atlet-atlet yang pernah berkompetisi di panggung Olimpiade. Total saat ini Indonesia sudah memiliki 335 atlet anggota IOA.

Demi menjalankan misi menambah atlet-atlet Indonesia di Olimpiade, Okto mengatakan perlu ada perubahan mind set. Pemerintah saat ini sudah memiliki tujuan ke Olimpiade melalui DBON.

Namun, terang Okto, seluruh stakeholder juga perlu melakukan perubahan terhadap enam hal utama, yakni atlet, pelatih, wasit, turnamen, venue, dan organisasi. Poin terakhir menjadi perhatian, terlebih problematika yang terjadi di organisasi dapat berimbas kepada atlet.

Padahal peran organisasi sangat penting, mengingat induk cabang olahraga lah yang mengatur manajemen atlet-atletnya untuk mengantarkan mereka ke pentas dunia.

“Kita tidak boleh jago kandang. Sudah saatnya organisasi olahraga Indonesia ini aktif di kontinental dan internasional. Kita tak boleh jadi follower, kita harus menjadi regulator,” kata Okto.

Yayuk mengatakan aspirasi-aspirasi yang ingin IOA sampaikan sudah selaras dengan misi NOC Indonesia. Ia berharap bisa dapat lebih bersinergi dengan NOC Indonesia untuk mewujudkan masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik.

“IOA ini kan juga ranahnya internasional, sehingga kami harus memperkuat sinergi dengan NOC Indonesia. Apa yang menjadi misi NOC, kami bisa dilibatkan untuk berjalan bersama. Aspirasi-aspirasi dari kami juga sejalan dengan NOC Indonesia,” kata Yayuk.

Pada kesempatan tersebut, IOA juga mengemukakan harapannya agar federasi-federasi nasional juga bisa memiliki kalender event yang sejalan dengan agenda internasional. Selain itu juga diperlukan penyediaan fasilitas training camp khusus bagi para atlet-atlet nasional hingga aturan apresiasi agar atlet dapat fokus mengejar panggung Olimpiade dibandingkan nasional.

Sebagai tindak lanjut pertemuan tadi, NOC Indonesia dan IOA akan mengambil langkah kongkret demi merealisasikan misi masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik dengan mengadakan pertemuan lanjutan. ***

wwwwww