Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Rafli Pertanyakan Penerbangan Internasional Bandara SIM Aceh Belum Beroperasi Kembali

Rafli Pertanyakan Penerbangan Internasional Bandara SIM Aceh Belum Beroperasi Kembali
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rafli. (Foto: Istimewa)
Senin, 06 Juni 2022 15:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR RI Rafli, pertanyakan rute penerbangan Internasional di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh yang tak kunjung dibuka kembali, mengingat situasi darurat penyebaran Covid-19 sudah mulai berakhir.

Menurut Rafli, Aceh memiliki keistimewaan yang tertuang dalam UUPA Pasal 165 terkait investasi dan hubungan internasional. Pada pasal itu disebutkan "penduduk di Aceh dapat melakukan perdagangan dan investasi secara internal dan internasional sesuai peraturan perundang-undangan".

"Posisi strategis Aceh jalur penerbangan internasional akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, karena mayoritas wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia. Disisi lain memberikan alternatif transportasi dengan harga terjangkau bagi masyarakat," kata Rafli dalam keterangan tertulisnya yang diterima GoNews.co, Senin (06/06/2022).

"Pemerintah Aceh juga kita harapkan sudah menyiapkan langkah-langkah dan prosedur seperti Provinsi lain yang sudah mendapatkan izin hubungan Internasional," ujar Rafli.

Seperti diketahui Bandar Udara (Bandara) Sultan Iskandar Muda, Aceh masuk ke dalam enam bandara yang dibuka untuk penerbangan internasional. Berdasarkan surat edaran yang mengatur aktivitas perjalanan domestik dan mancanegara dalam rangka menindaklanjuti arahan pemerintah untuk transisi menuju endemi Covid-19.

Surat edaran yang dimaksud tertuang dalam SE No.18 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan SE No. 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang berlaku mulai 18 Mei 2022.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka 4 Juni hingga 15 Agustus 2022. Serta dibukanya seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, dibukanya enam perbatasan lintas batas negara (jalur darat), yaitu Nanga Badau (Kalimantan Barat), Motamasin (NTT), Wini (NTT), Skouw (Papua), dan Sota (Papua).

Selain Aceh, ada lima bandara lainnya yakni Minangkabau (Sumatra Barat), Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatra Selatan), Adisumarmo (Jawa Tengah), Syamsuddin Noor (Kalimantan Selatan), dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur).

Seperti diketahui, hingga saat ini, Minggu, 5 Juni 2022, belum ada rute penerbangan Internasional dari Aceh dan sebaliknya.

Sementara Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara SIM, Muhammad Iwan Sutisna mengatakan pembukaan penerbangan internasional adalah kebijakan pemerintah pusat.

"Gubernur Aceh sudah merespons untuk membantu upayakan dibuka kembali penerbangan Internasional di Bandara SIM dengan menyurati Kemenhub. Karena yang menentukan dibukanya itu di pemerintah pusat," kata Iwan mengutip pesan WA-nya, Minggu, 5 Juni 2022.***

wwwwww