Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Riau

42 Sapi di Pasaman Barat Terindikasi PMK

42 Sapi di Pasaman Barat Terindikasi PMK
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat Doddy San Ismail saat meninjau ternak sapi masyarakat di Kecamatan Kinali karena terindikasi mengidap gejala penyakit mulut dan kuku. (antara/altas maulana)
Minggu, 05 Juni 2022 12:59 WIB
SIMPANG EMPAT - Sebanyak 42 ekor ternak sapi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terindikasi mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku dan dua ekor dinyatakan positif berdasarkan hasil laboratorium.

"Hingga saat ini ternak yang positif PMK ada dua ekor. Kita telah melakukan pengobatan terhadap ternak yang positif dan suspect itu," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Pasaman Barat di Simpang Empat, Minggu (5/6/2022).

Ia mengatakan hewan ternak yang terserang penyakit itu berada di Kecamatan Kinali Pasaman Barat dan mengancam 500 ekor sapi karena berdekatan dengan ternak yang sakit.

Terhadap ternak itu, pihaknya telah dilakukan karantina di lokasi kandang masing-masing. Selain itu, katanya juga melakukan pengobatan terhadap ternak yang positif dan terindikasi PMK.

"Jika dua minggu ke depan tidak terjadi peningkatan dan penurunan kasus maka Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir akan segera dibuka kembali mengingat Idul Adha semakin dekat," sebutnya.

Kemudian melakukan sejumlah observasi terhadap hewan ternak terutama sapi dan kambing yang terdapat di Pasaman Barat.

Bahkan telah menetapkan kebijakan untuk membatasi penerimaan hewan ternak yang berasal dari luar Pasaman Barat dengan maksud untuk mencegah adanya virus masuk yang menyebabkan PMK bagi hewan ternak.

"Kami juga melakukan pembatasan terhadap hewan-hewan ternak yang akan dijual namun berasal dari luar Pasaman Barat. Oleh karena itu akan dilakukan sejumlah upaya screening terhadap hewan-hewan ternak yang akan masuk dari luar Pasaman Barat," katanya.

Ia mengatakan terhadap ternak yang terindikasi PMK memiliki gejala hypersalivasi, demam, luka di teracak atau kuku, tremor, ada luka di bagian mulut dan hidung.

"Kita telah turun ke lokasi ternak itu dan melakukan tindakan cepat agar penyakit itu tidak semakin berkembang. Kemudian telah menutup pasar ternak Simpang Tiga Ophir katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Riau
wwwwww