Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
19 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Home  /  Berita  /  Parlemen

Puan Bisa Dicap Mainkan Politik Identitas jika Tiba-tiba Pakai Hijab

Puan Bisa Dicap Mainkan Politik Identitas jika Tiba-tiba Pakai Hijab
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Kamis, 02 Juni 2022 11:00 WIB

JAKARTA -Tidak perlu ada perubahan penampilan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, apalagi jika sampai mengubah menjadi lebih islami hanya karena akan menyambut pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata merespons potret penampilan Puan memakai hijab yang beredar di media sosial saat ibadah umroh.

"Jika dia (misalkan) mengenakan hijab saat berhimpitan dengan situasi atau tahun politik seperti mendekati pemilu, maka akan menjadi back fire bagi dirinya," ujar Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/6).

Menurut dosen ilmu politik Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini, pemilih saat ini sudah cerdas. Jika perubahan penampilan dilakukan menjelang pemilu akan dimaknai tidak serius karena berbau kepentingan elektoral untuk dapat suara dari kalangan muslim.

"Khawatir malah negatif, mendapatkan sinisme dan cibiran. Yang parahnya, Puan bakal dituding memainkan politik indentitas," kata Dian.

Selain itu, perubahan penampilan Puan juga menegasikan baliho "kepak sayap kebangsaan" yang sudah dipasang di sejumlah daerah. Dalam baliho tersebut, Puan sama sekali tidak mengenakan hijab.

"Puan tidak mengubah penampilan secara drastis. Kecuali, memang Puan ingin sekali mengenakan hijab untuk kesehariannya," pungkas Dian.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww