Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

15 Ekor Sapi Warga Agam Diduga Idap PMK

15 Ekor Sapi Warga Agam Diduga Idap PMK
Petugas sedang mengambil sampel dari sapi yang mengidap penyakit mulut dan kuku. (dok dinas pertanian agam)
Jum'at, 20 Mei 2022 17:47 WIB
LUBUKBASUNG – Sebanyak 15 ekor sapi milik warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK), sehingga Tim Unit Reaksi Cepat bentukan pemerintah setempat melakukan penanganan ekstra setiap harinya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim di Lubukbasung, Jumat (20/5/2022) mengatakan, ke 15 ekor sapi itu tersebar di Kecamatan Lubukbasung, Ampeknagari, Tanjungraya, Kamangmagek, Tilatangkamang dan Canduang.

"15 ekor sapi itu sudah menampakkan gejala seperti demam tinggi, air liur berbusa secara berlebihan, permukaan gusi berdarah dan peradangan pada bagian kuku," katanya.

Ia mengatakan, penyakit mulut dan kuku itu ditemukan pada Rabu (18/5) dan ini baru dugaan sementara dari penyakit yang diderita oleh sapi tersebut.

Tim bakal mengambil sampel untuk memastikan sapi tersebut mengidap penyakit mulut dan kuku pada Jumat (20/5).

Sampel yang diambil berupa darah, lendir hidung dan bekas luka pada kuku. Setelah itu, sampel dibawa ke Balai Veteriner Bukittinggi untuk diperiksa.

"Hasil sampel bakal keluar beberapa hari kedepan," katanya.

Ia menambahkan, Tim Unit Reaksi Cepat pemerintah setempat melakukan penanganan ekstra setiap harinya ke sapi itu dan melaporkan kondisi terkini dari ternak tersebut.

Namun petani diimbau untuk memberikan makanan tambahan kepada sapi tersebut berupa air gula, nasi dan lainnya, sehingga sapi itu memiliki tenaga.

Dengan kondisi itu, sapi akal sembuh pada 14 hari kedepan karena dengan penyakit itu sapi tidak bisa makan.

"Penyebab kematian dari penyakit mulut dan kuku sangat rendah dan terpenting petani memberikan asupan makan ke sapi itu setiap saat," katanya.

Setelah itu, petani juga diimbau untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke kandang dan selalu membersihkan kandang.

"Apabila ada gejala PMK, segera laporkan ke petugas kesehatan hewan terdekat," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww