Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Kejar Target Jadi Negara Maju dan 4 Besar Ekonomi Dunia, Pemerintah Siapkan Sejuta Wirausaha Baru

Kejar Target Jadi Negara Maju dan 4 Besar Ekonomi Dunia, Pemerintah Siapkan Sejuta Wirausaha Baru
Ilustrasi (net)
Jum'at, 13 Mei 2022 01:15 WIB
JAKARTA – Kejar target menjadi negara maju yang berada di empat besar ekonomi dunia pada tahun 2045, pemerintah kini sedang mempersiapkan sejuta wirausaha baru.

“Kita tahu semua lembaga-lembaga dunia memprediksi Indonesia di tahun 2045 menjadi empat besar (ekonomi dunia). Syarat-syarat untuk menjadi negara maju itu salah satunya menambah wirausaha,” katanya dalam konferensi pers pasca Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Untuk menjadi negara maju, rasio kewirausahaan disebut perlu berada di kisaran 12-14 persen, sedangkan saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia baru berada di angka 3,48 persen, dan ditargetkan mencapai 3,95 persen pada tahun 2024.

Nantinya, kata Teten, penciptaan wirausaha baru di tingkat daerah ditargetkan 600 ribu dengan pendampingan dari pemerintah daerah dan di bawah pendampingan kementerian sebanyak 400 ribu.

Adapun beberapa pendekatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan jumlah wirausaha ialah inkubasi bisnis dengan melakukan pendampingan secara terus menerus kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi bukan lagi pelatihan-pelatihan hit and run, sewaktu-waktu saja. Ini (pelaku UMKM) harus dierami sampai menetas,” kata Teten menandaskan.

Pendekatan inkubasi diupayakan pula terhubung dengan pembiayaan, seperti melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menetapkan 30 persen kredit bank diberikan untuk UMKM.

Selain pembiayaan, akses UMKM terhadap pasar turut didorong dengan aturan yang mewajibkan pemerintah membeli 40 persen produk UMKM.

Lebih lanjut, pihaknya juga bertekad meningkatkan peringkat Indonesia di Global Entrepreneurship Index (GEI) dari saat ini di posisi 75 menjadi 60 dari 137 negara.

Jika berhasil menaikkan peringkat di GEI, sebut Teten, maka investor akan lebih mudah untuk berinvestasi di Indonesia sehingga penanaman modal tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan. “Nanti UMKM jadi atraktif untuk investor,” ujar dia.

Sementara Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop Siti Azizah menambahkan bahwa masyarakat umum menjadi target dari ikhtiar pemerintah meningkatkan jumlah wirausaha.

“Jadi step-nya dari masyarakat umum menuju calon wirausaha, (lalu) naik tingkat menjadi wirausaha pemula dan bisa menjadi wirausaha mapan dan siap untuk ekspor,” ucapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:riau.antaranews.com
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww