Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Parlemen

Muhaimin Usulkan Tunda Pemilu, Analis: PKB Nggak Siap

Muhaimin Usulkan Tunda Pemilu, Analis: PKB Nggak Siap
Ilustrasi PKB. (foto: ist.)
Selasa, 08 Maret 2022 18:22 WIB
JAKARTA - Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengusulkan penundaan Pemilu 2024 beberapa waktu lalu. Analis menilai, hal tersebut karena PKB tak siap menghadapi Pemilu 2024 menyusul kerenggangan dengan PBNU.

"Betul-betul tidak siap menghadapi Pemilu 2024," ujar Septa kepada GoSumbar.com sebagaimana dikutip Selasa (8/3/2022).

Muhaimin Iskandar ini, terang Septa, pertama dia kehilangan mitra, sebenarnya. "Karena dulu PKB selalu di-backup oleh PBNU."

"Artinya, tidak ada sejarah PBNU berpisah di tengah jalan dengan PKB. Kalau sekarang keliatan banget, hubungan PKB dengan PBNU itu beda banget," kata Septa.

Seperti diketahui, kerenggangan PKB dengan PBNU belakangan memang menjadi sorotan para analis politik. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam suatu pemberitaan Republika mengatakan, kerenggangan PKB-PBNU terjadi pasca terpilihnya Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-34.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus
wwwwww