Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Komisi III DPR Optimistis KPK Bisa Kejar Aset Koruptor di Luar Negeri

Komisi III DPR Optimistis KPK Bisa Kejar Aset Koruptor di Luar Negeri
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (foto: Istimewa)
Selasa, 08 Maret 2022 14:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji mengejar aset para koruptor di luar negeri. Ketua KPK Firli Bahuri diyakini bisa melakukan hal tersebut.

"Saya yakin Pak Firli dan jajarannya tentu sudah bergerak cepat untuk mengejar aset-aset ini," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, (7/3/2022).

Politikus Partai NasDem itu menyampaikan pengejaran aset koruptor di luar negeri merupakan salah satu program utama KPK. Pemulihan aset harus dilakukan untuk mengurangi kerugian negara.

Dia menerangkan pekerjaan KPK lebih ringan saat ini. Pasalnya, Indonesia memiliki berbagai payung hukum terkait ekstradisi dan pemulihan aset.

"Jadi KPK sudah memiliki senjata yang tajam untuk melakukan pengejaran aset di luar negeri tadi,” ungkap dia.

Sahroni menilai KPK bisa membentuk satuan khusus mengejar aset koruptor di luar negeri. Hal itu bisa dilakukan dengan institusi hukum lainnya.

"KPK bekerjasama dengan institusi lain seperti PPATK dan lain-lain untuk mengejar aset-aset di luar negeri tersebut. Yang penting uang negara bisa kembali," ujar dia.***

wwwwww