Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
10 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022

Gerardo/Gibran Menangi Perang Saudara

Gerardo/Gibran Menangi Perang Saudara
Gerardo Rizqullah Hafidz/Muhammad Gibran Arfiansyah (Foto: PP PBSI)
Sabtu, 15 Januari 2022 20:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pasangan ganda putra dewasa, Gerardo Rizqullah Hafidz/Muhammad Gibran Arfiansyah bisa tersenyum lepas. Wakil asal DKI Jakarta ini sukses merebut tiket ke Pelatnas Cipayung usai memenangi perang saudara.

Pada laga final Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/1), Gerardo/Gibran berhasil menekuk teman satu klub di Jaya Raya, Alif Atallah Juan Setiawan/Muhammad Nendi Novatino.

Melalui pertarungan sengit dan ketat, Duo-G (Gerardo/Gibran), tampil lebih fokus dan tenang. Tak heran mereka akhirnya menjadi juara setelah mengatasi perlawanan Alif/Nendi lewat tiga gim, 17-21, 21-19, 21-17.

"Tadi kami menang karena lebih tenang dan fokus di poin-poin kritis. Kami tidak boleh melakukan kesalahan saja saat melawan teman seklub," aku Gerardo.

Sebaliknya, Alif mengakui bahwa di gim ketiga, fokus dan konsentrasinya sempat hilang. Tak pelak, bersama Nendi, dirinya menyerah kalah di final Seleknas.

"Kami tentu sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masibg. Kali ini lawan lebih tenang dan fokus sehingga bisa juara," aku Alif, putra dari pasangan mantan pemain pelatnas, Wahyu Agung dan Indarti Isoliana ini.

Soal perang saudara ini juga diakui oleh Gerardo. "Tidak mudah bertemu teman sendiri. Tadi kami lebih ngotot untuk bisa juara," aku Gerardo.

Gerardo dari awal memang sudah bertekad untuk bisa mengikuti jejak sang paman, Markis Kido. "Tiket masuk ke Pelatnas sudah saya rebut. Saya kini harus lebih bersemangat lagi agar prestasinya bisa mengikuti Markis Kido," harap Gerardo. ***

wwwwww