Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

'Semprot' Faldo Maldini, BM PAN: Nggak Usah Baper Sama Mural!

Semprot Faldo Maldini, BM PAN: Nggak Usah Baper Sama Mural!
Faldo Maldini saat masih bergabung dengan PAN. (Foto: Istimewa)
Minggu, 15 Agustus 2021 16:05 WIB

JAKARTA - Pernyataan Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini yang mengkritik mural 'Jokowi 404: Not Found' disemprot Jurubicara (Jubir) Barisan Muda Partai Amanat Nasional, Dimas Akbar.

Dimas menyoroti pernyataan Faldo yang menyebut jika rakyat lapar, maka seharusnya beli makan dan bukan beli cat. Bagi Dimas Akbar, pernyataan itu adalah bahasa sarkasme yang anti kritik dan tidak memahami filosofis mural.

Baginya, pernyataan itu lebih tepat ditujukan pada pemerintah yang baru saja mengecat pesawat kepresidenan di saat negara sedang mengalami krisis akibat pandemi.

"Kritik Faldo itu sebenarnya tepat ditujukan untuk pemerintah sendiri. Karena kondisi negara dan masyarakat sedang susah, maka lebih baik bantu rakyat, bukan malah mengecat pesawat," kata Dimas lewat keterangan persnya, Minggu (15/8).

Dimas yang juga pendiri Ruang Sandi ini berpendapat, kebebasan berekspresi dalam bentuk kritik seharusnya mendapat apresiasi, bukan malah dicaci.

"Mural itu bagian dari kritik sosial dan sebagai sarana kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dituangkan dalam bantuk lukisan dan bahasa, yang seharusnya kita rawat bersama sebagai komitmen terhadap demokrasi. Jadi sebaiknya Faldo nggak usahlah baper sama mural,” katanya.

Sebagai sesama politisi muda, Dimas mengajak Faldo dan politisi muda lainnya untuk bersama-sama merawat semangat reformasi. Dia tidak ingin politisi muda menjadi centeng dan tidak memahami substansi demokrasi.

“Bahkan kadang anti kritik dan nyinyir. Padahal mengkritik, memberikan saran pendapat, dan suasana kebebasan secara konstitusional ini adalah kemewahan yang kita dapat karena reformasi. Ayo bareng-bareng kita jaga," tutup Dimas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww