Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Dibilang Mirip Michael Jordan, Budi: Itu Apresiasi Orang

Dibilang Mirip Michael Jordan, Budi: Itu Apresiasi Orang
Minggu, 15 Agustus 2021 03:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ali Budimansyah tak bisa disangkal lagi adalah salah satu legenda bolabasket Indonesia. Dia menjadi pemain kedua Indonesia yang masuk dalam Asia All Stars setelah Sony Hendrawan pada tahun 1960-an. Budi terpilih menjadi pemain bintang-bintang Asia pada 1998.

Dia selalu dibandingkan dengan Michael Jordan, mega bintang bolabasket dunia, panggilan akrab sekaligus julukannya menunjukkan apresiasi pecinta basket terhadap prestasinya, “Budi Jordan”.

“Itu apresiasi orang terhadap saya. Saya tidak merasa permainan saya seperti Michael Jordan. Memang, ada beberapa Gerakan Jordan yang saya contoh di lapangan,” katanya.

Budi menduga masyarakat memberikan julukan Budi Jordan, karena dia dengan postur tak begitu tinggi sudah melakukan dunk.

Jordan memang menjadi salah satu idola Budi, namun dia juga mengagumi bintang lainnya seperti Isaiah Thomas dan Earvin “Magic” Johnson.

Talenta Budi memang luar biasa, namun itu diiringi pula dengan kerja keras. Digembleng sang kakak yang juga legenda basket nasional, Bambang Hermansyah, Budi kecil bahkan sudah diajak lari dari rumahnya ke Senayan. “Waktu itu mungkin saya umur 10 tahun, sudah latihan fisik lari hampir sejauh 10 km,” tuturnya.

Di lapangan basket dia juga ditempa. “Saya harus memasukkan bola lewat lay up kiri dan kanan masing-masing sebanyak 50 kali. Jadinya seperti hapal, tanpa melihat ring pun saya bisa memasukkan bola dengan lay up,” ceritanya. 

Usia Sekolah Menengah Pertama, Budi sudah bertandinga melawan pemain-pemain usia SMA dan menang. Bakatnya terus diasah dan makin mengkilat. Budi masuk dalam barisan perebut medali perunggu pertama kali bagi Indonesia pada SEA Games 1993 di Singapura. Perunggu kembali diraihnya pada SEA Games Brunei Darussalam 1999. Dia masuk pula dalam tim nasional Indonesia perintis perebut medali perak pada SEA Games Kuala Lumpur 2001.

Ali Budimansyah memang seorang legenda. Meski merasa tak mirip, pantaslah dia dipanggil “Budi Jordan”. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww