Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BP2MI Selamatkan Tujuh Korban Perdagangan Manusia ke Timur Tengah

BP2MI Selamatkan Tujuh Korban Perdagangan Manusia ke Timur Tengah
Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat Konferensi Pers. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 14 Agustus 2021 08:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelamatkan tujuh wanita yang jadi korban pedagangan manusia ke Irak.

Tujuh wanita ini diamankan saat berada di tempat penampungan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/8) malam.

Rencananya, tujuh orang ini berangkat ke Irak untuk dijadikan asisten rumah tangga tujuan pada hari ini, Kamis (12/8).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan tujuh orang ini dari kota berbeda seperti Sukabumi, Indramayu, dan karawang, Jawa Barat. "Mereka hampir diberangkatkan ke Irak, bayangkan mereka dikirim ke negara konflik," kata Benny, Jumat (13/8/2021).

Benny menyebutkan sejak tahun 2016, pemerintah telah melarang seluruh perusahaan penyalur pekerja migran ke Timur Tengah lantaran tidak ingin para pekerja menjadi korban konflik antar negara.

Tak hanya di Cibubur, Benny juga mengungkapkan pihaknya telah mengamankan 19 para calon pekerja migran di lokasi yang berbeda.

"Kami secara bersamaan juga mengamankan 19 orang di Tanjung Pinang, Batam, mereka juga calon pekerja migran yang hampir jadi korban perdagangan manusia," jelasnya.

19 orang yang diamankan di Tanjung Pinang tersebut rencananya akan diberangkatkan ke Singapura, untuk menjadi sebagai asisten rumah tangga.

Benny mengungkapkan, para korban diiming-imingi akan mendapat gaji uang yang besar oleh calo yang mengajaknya untuk bekerja di luar negeri.

Bahkan, calo ini juga memberikan uang saku kepada korban sebesar Rp 2 juta dan menanggung semua biaya selama di tempat penampungan hingga keberangkatan ke negara tujuan. "Mereka ditampung di tempat yang tidak layak, kotor dan tidak layak," ucapnya.

Kini, para calon pekerja migran tersebut untuk sementara waktu ditampung di kantor BP2MI sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Benny menegaskan tidak boleh lagi ada perbudakan modern yang dilakukan dan para pekerja migran harus dihormati serta diperlakukan dengan layak.

"Mereka (pekerja migran, red) adalah manusia yang harus kita hormati, namun kemudian diperjualbelikan oleh sindikat perdagangan orang," tutur Benny.***

wwwwww