Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pemerintah dan DPR Upayakan Produksi Oksigen Lebih Banyak Dialihkan untuk Kebutuhan Rumah Sakit

Pemerintah dan DPR Upayakan Produksi Oksigen Lebih Banyak Dialihkan untuk Kebutuhan Rumah Sakit
Satuan tugas Covid-19 DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin meninjau produksi gas oksigen di PT. Samator Gas Industri. (FOTO: Humas)
Jum'at, 06 Agustus 2021 13:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Satuan tugas Covid-19 DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin meninjau produksi gas oksigen di PT. Samator Gas Industri, kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (06/08).

Menurut Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tinjauan dilakukan ke produsen utama oksigen untuk memastikan produksi oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 dapat terpenuhi.

Sebab, setelah melakukan kunjungan ke Bea Cukai, ditemukan banyak pihak swasta yang melakukan pemalsuan. Pasokan oksigen untuk Jakarta maupun daerah pun dianggap masih kurang.

"Ternyata kebutuhan gas baik di Jakarta maupun di daerah-daerah masih kurang. Oleh karena itu, produsen utama yang ada di sini kami coba lakukan peninjauan," kata Dasco.

Dasco dan Menkes juga sepakat bahwa edukasi protokol kesehatan ke masyarakat harus terus digencarkan demi menekan laju kasus Covid-19 dan kebutuhan oksigen dapat ditanggulangi.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi menyebutkan kebutuhan oksigen yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Perbedaan kebutuhan oksigen hari ini dan sebelum lebaran terbilang bertambah sangat signifikan.

"Sebelum lebaran kebutuhannya 400 ton per hari, sekkarang naik jadi 2.200 ton per hari. Jadi gap-nya tinggi sekali," kata Budi.

Masalahnya, oksigen diproduksi tidak hanya untuk kebutuhan medis. Sebagian besar produksi justru diperuntukkan bagi industri.

Oleh karena itu, pemerintah dan DPR mengimbau agar produksi oksigen untuk industri dikurangi dan dialihkan ke rumah sakit untuk kebutuhan pasien Covid-19.

"Samator adalah produsen terbesar untuk di rumah sakit, tapi buat industri lainnya itu yang kami minta bantuan sama Pak Menteri Perindustrian untuk dibantu agar digeser ke rumah sakit," ungkapnya.***

wwwwww