Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ribuan Pelajar di Madura Tolak Vaksinasi

Ribuan Pelajar di Madura Tolak Vaksinasi
Ilustrasi Vaksinasi Pelajar. (Foto: Republika)
Selasa, 27 Juli 2021 06:00 WIB

SUMENEP - Ribuan pelajar di Sumenep, Madura, Jawa Timur sengaja tidak hadir di hari penyuntikan vaksin virus corona (Covid-19) karena diduga menerima informasi keliru soal vaksin dari media sosial. Seharusnya ada 1.600 pelajar yang bakal divaksinasi di SMKN 1 Sumenep, namun hanya 104 orang yang hadir di sekolah pada hari ini, Senin (26/7).

Kepala Sekolah SMKN 1 Sumenep, Zainul Sahari mengatakan proses vaksinasi yang menyasar pelajar masih terhambat lantaran tak sedikit yang tak mendapat izin orang tua.

"Memang banyak kekhawatiran orang tua karena banyak mendengar info dari media sosial, tapi aturan vaksinasi itu sekarang sudah diwajibkan," kata Zainul, Senin (26/7).

Zainul mengatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada pelajar dan orang tua. Namun, tetap masih banyak kalangan yang punya kekhawatiran soal vaksin Covid-19. Melihat kondisi saat ini, yang mana tak sedikit pelajar menolak divaksinasi, pihak sekolah tidak akan memberikan sanksi.

Zainul menduga banyak pelajar dan orang tua menolak anaknya divaksinasi karena salah menafsirkan instruksi. Sebelumnya, Pemkot Sumenep menginstruksikan pelajar untuk membawa surat keterangan jika tidak mau divaksinasi.

Hal itu dilakukan demi menepis kekhawatiran orang tua. Namun, instruksi tersebut dimaknai keliru dengan menganggap pelajar tidak wajib divaksinasi. Walhasil, banyak yang tidak hadir di hari penyuntikan vaksin hari ini. "Dari hasil rapat pimpinan, untuk surat pernyataan siswa kemarin akhirnya dicabut," ungkapnya.

Selanjutnya, siswa akan diwajibkan untuk disuntik vaksin virus corona. Apabila ada kekhawatiran, orang tua boleh mendampingi saat anaknya disuntik vaksin. "Tidak perlu ada pernyataan siap divaksinasi atau tidak, karena yang menentukan divaksinasi atau tidaknya itu hanya tim medis. Sekarang kita merujuk kepada aturan," kata Zainul.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kesehatan, Hukum, Warga Bertuah
wwwwww