Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Hukum

Kemenkes Pastikan Disdik Bisa Bekerjasama dengan Dinkes Gelar Vaksinasi

Kemenkes Pastikan Disdik Bisa Bekerjasama dengan Dinkes Gelar Vaksinasi
Vaksinasi Pelajar SMP di Kota Jambi. (foto: dok. ist./pemkot jambi)
Selasa, 27 Juli 2021 15:45 WIB
JAKARTA - Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa dinas pendidikan di daerah boleh bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat untuk menggelar vaksinasi bagi siswa/pelajar usia 12-17 tahun.

"Disdik berkerjasama dengan Dinkes untuk vaksinasi pada anak sekolah," kata Nadia kepada GoNEWS.co sebagaimana dikutip, Selasa (27/7/2021).

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta agar Dinas Pendidikan diberi wewenang untuk menjadi penyelenggara vaksinasi di sekolah.

Dalam rilis yang diterima GoNEWS.co, Senin (26/7/2021), Anggara mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 di Jakarta ditargetkan akan tuntas pada akhir Agustus 2021, namun hingga kini capaian vaksinasi anak usia 12-17 tahun baru mencapai 44,2 persen

"Dinas Kesehatan sudah mengaku SDM-nya terbatas dan kewalahan mengejar target masyarakat umum. Bebannya sudah terlalu banyak, tidak mungkin bisa mengejar vaksinasi di 2000-an sekolah negeri di Jakarta," kata Anggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Kampus, Balai Kota, Hukum
wwwwww