Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
21 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
18 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
7 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Kampus

PAN Dorong Pemerintah Sinkronkan Data Covid-19 dengan Temuan LaporCovid-19

PAN Dorong Pemerintah Sinkronkan Data Covid-19 dengan Temuan LaporCovid-19
Data Covid-19 per Jumat (23/7/2021). (gambar: tangkapan layar situs kemkes.go.id)
Jum'at, 23 Juli 2021 18:36 WIB
JAKARTA - Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh P. Daulay mendorong pemerintah melakukan sinkronisasi data dengan data relawan LaporCovid-19.

"Kita apresiasi apa yang telah dilakukan LaporCovid-19," kata Saleh dalam rilis, Jumat (23/7/2021).

Dengan sinkronisasi, menurut Anggota Komisi IX DPR RI itu, seluruh anggota masyarakat diharap bisa memiliki akses penuh terhadap pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, LaporCovid-19 mencatat, ada sebanyak 2.313 pasien Isoman (isolasi mandiri) Covid yang meninggal dunia di luar rumah sakit.

Temuan-temuan LaporCovid-19 juga menjadi pertanyaan bagi kesahihan data Covid-19 pemerintah pusat. Ko-inisiator dan anggota tim data Lapor Covid-19, Ahmad Arif dalam lansiran BBC Indonesia mengungkapkan, sampai tanggal 16 Juli 2021 ada selisih 18.747 kasus antara data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan dengan akumulasi data dari pemerintah daerah.

Ini baru data kabupaten/kota ke pusat. Belum lagi data yang under-reported dari komunitas ke kabupaten/kota.

Misalnya, tanggal 18 Juli lalu, data Pemprov Jawa Timur menunjukkan tidak ada orang yang meninggal karena Covid-19 di Surabaya dan Malang.

"Itu tidak mungkin. Laporan yang kami terima dari salah satu rumah sakit di Surabaya ada 62 orang yang meninggal, 30 diantaranya di IGD. Ini baru dari satu RS," kata Arif.

Terkait hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI sekaligus Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi memastikan, data kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan pemerintah pusat sudah diverifikasi dan tidak ada yang dihilangkan.

GoNews Direktur Pencegahan dan Pengen
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi. (foto: dok. sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Nadia menjelaskan, beberapa pemerintah daerah memasukkan jumlah orang yang diduga kuat meninggal karena Covid-19 namun hasil tesnya belum keluar, disebut probable ke dalam data kematian. Sedangkan pemerintah pusat hanya mencatat kematian yang sudah dikonfirmasi positif Covid.

Setelah ada konfirmasi positif dari tes di laboratorium barulah kematian tersebut masuk data pemerintah.

Nadia menjelaskan kepada GoNEWS.co, sistem pelaporan menggunakan national all record. Setiap daerah melaporkan perubahan data secara berjenjang ke pemerintah pusat.

"Menggunakan sistim informasi yang secara elektronik dilaporkan berjenjang," terang Nadia, Kamis (22/7/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Kampus
wwwwww