Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Kampus

PKS Minta Pemerintah Tutup Akses Masuk WNA

PKS Minta Pemerintah Tutup Akses Masuk WNA
Ilustrasi WNA yang sedang menunggu kepulangan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/4/2021). (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Juli 2021 20:51 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX F-PKS DPR RI, Kurniasih Mufidayati, meminta pemerintah segera menutup akses masuk bagi TKA maupun WNA selama masa PPKM Darurat.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima GoNEWS.co, Minggu (18/7/2021), Mufida menyatakan, tidak adanya larangan masuk terhadap WNA dan TKA selama PPKM Darurat merupakan sebuah kenyataan pahit di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih kerepotan dan terkendala dalam menangani penyebaran penularan Covid-19.

"Saya berpendapat semestinya kita melakukan pelarangan masuknya WNA dan TKA. Ini sangat penting untuk dilakukan," kata Mufida.

Sebagai legislator bidang kesehatan nasional, Mufida mengatakan, salah satu kekhawatiran di dalam negeri saat ini adalah masuknya varian-varian baru virus korona yang lebih ganas.

"Sementara kita masih belum dapat menanggulangi varian delta, jika tidak dilakukan pembatasan atas WNA dan TKA maka akan memperbesar kemungkinan varian lain yang mungkin akan lebih berbahaya dari varian delta yang menyebar sekarang," kata Mufida.

Ia menegaskan, "Kami meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan kepentingan yang lebih besar dibandingkan kepentingan mendatangkan TKA dan WNA sekarang ini,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww