Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Anggaran Insentif Naik Rp1,08 T untuk 23 Ribu Nakes Baru

Anggaran Insentif Naik Rp1,08 T untuk 23 Ribu Nakes Baru
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Juli 2021 20:48 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menaikkan anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) sekitar Rp1,08 triliun pada tahun ini. Anggaran ini sengaja dinaikkan untuk menutup kebutuhan insentif bagi 23 ribu nakes yang baru direkrut.

"Insentif nakes diberikan tambahan karena rumah sakit darurat membutuhkan tenaga dokter dan tenaga kesehatan," ucap Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7).

Ani mengungkapkan, akan ada 3.000 dokter baru yang direkrut. Sementara perawat baru yang direkrut mencapai 20 ribu orang. "Maka kami menambahkan Rp1,08 triliun dari Rp17,3 triliun bagi insentif tenaga kesehatan, baik yang di pusat dan daerah. Jadi totalnya Rp18,4 triliun," jelasnya.

Bendahara negara ini menjelaskan, tambahan anggaran insentif ini selanjutnya akan diserahkan ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk proses pencairannya. Ia juga meminta Menkes bisa mempercepat pencairannya kepada nakes. "Percepatan untuk pencairannya di Bapak Menkes yang bisa jelaskan, tapi kita sudah sediakan anggarannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Ani mengatakan pemerintah sudah membayar tagihan insentif nakes sebesar Rp2,94 triliun kepada 375 ribu orang per 9 Juli 2021. Realisasi ini merupakan kewajiban pembayaran untuk tahun anggaran 2021.

Sementara untuk pembayaran tunggakan insentif nakes pada 2020 telah diselesaikan Rp4,65 triliun untuk 200,5 ribu orang. Selain itu, pemerintah telah membayar lagi tunggakan insentif tahap selanjutnya sebesar Rp1,42 triliun.

Sedangkan untuk pembayaran insentif nakes di daerah telah disalurkan mencapai Rp3,28 triliun untuk tahun anggaran 2020 dari total tunggakan Rp4,17 triliun. "Sisanya masih dalam proses akselerasi pembayaran insentif nakes daerah melalui earmark DAU dan DBH yang sebesar Rp8,15 triliun dari transfer yang kami berikan ke daerah," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, GoNews Group
wwwwww