Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
6 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Media Asing: Indonesia Bisa Jadi Pusat Covid-19 Asia

Media Asing: Indonesia Bisa Jadi Pusat Covid-19 Asia
Ilustrasi Nakes Covid. (Foto: Istimewa)
Kamis, 15 Juli 2021 14:19 WIB

JAKARTA - Angka kasus Covid-19 yang terus meroket di Indonesia menjadi sorotan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Media AFP dalam artikelnya yang dirilis pada Rabu (14/7) dengan judul 'Indonesia new 'epicentre of Asia' as virus cases skyrocket', bahkan menyebut krisis yang terjadi di Indonesia lebih buruk bila dibandingkan dengan India.

"Indonesia yang dilanda virus mencatat rekor infeksi harian mencapai 54.000 pada hari Rabu ketika varian Delta yang sangat menular menyebar ke seluruh nusantara, melambungkannya di depan India sebagai pusat Covid-19 di Asia," tulis AFP.

Hal itu merujuk pada pernyataan ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University, Dicky Budiman. "Indonesia bisa menjadi episentrum pandemi, dan sudah menjadi episentrum Asia," kata ahli epidemiologi tersebut.

"Jika Anda melihat perbedaan populasi antara India dan Indonesia, maka pandemi ini jauh lebih serius daripada di India," lanjutnya.

Budiman memperingatkan, jumlah kasus harian sebenarnya di Indonesia dapat mencapai 100.000 per hari dan terancam berlipat ganda pada akhir bulan dengan sebanyak 2.000 kematian akibat virus setiap hari.

India, yang dihantam oleh gelombang Covid yang menghebohkan awal tahun ini, kini melaporkan rata-rata sekitar 44.000 kasus harian dan 1.028 kematian.

Namun, populasi India hampir lima kali lipat dari populasi Indonesia yang berjumlah sekitar 270 juta orang, yang memiliki sekitar 141 kasus per juta orang dibandingkan dengan sekitar 29 kasus per juta di India, menurut situs ourworldindata.org.

Secara kumulatif, India telah menghitung lebih dari 30 juta infeksi dan lebih dari 400.000 kematian sejak pandemi dimulai, jauh di depan 2,6 juta kasus resmi Indonesia dan 69.210 kematian.

AFP mencatat saat ini Indonesia juga sedang dilanda kekhawatiran bahwa varian Delta yang sangat menular, akan menyerang daerah yang lebih terpencil di mana fasilitas kesehatan tidak dapat menangani wabah besar. "Ini harus kita pantau dengan ketat karena kalau terjadi apa-apa (di wilayah itu) fasilitas kesehatan mereka jelas di bawah Jakarta atau Jawa," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pekan ini.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul menjelang perayaan Idul Adha yang diduga dapat memicu ledakan kasus baru lainnya, mengingat Indonesian adalah negara Muslim terbesar di dunia. "Setiap pertemuan massal hanya akan mempercepat infeksi. Ada bom waktu di mana-mana," kata Budiman.

Pada Rabu (14/7), kementerian kesehatan Indonesia mencatat 54.517 kasus baru tertinggi dan 991 kematian dalam 24 jam - tingkat kematian harian baru-baru ini setinggi 10 kali lipat dari angka pada awal Juni.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kesehatan, Kuliner, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww