Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Banjir di Sumut, Ribuan Rumah Terendam, Ratusan Hektare Sawah Rusak

Banjir di Sumut, Ribuan Rumah Terendam, Ratusan Hektare Sawah Rusak
Banjir di Batu Bara (dok. BPBD Batu Bara)
Rabu, 14 Juli 2021 04:00 WIB

MEDAN - Ratusan hektare sawah warga di Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), rusak terendam banjir. Banjir terjadi akibat luapan sungai usai diguyur hujan deras.

"Ini sudah masuk musim tanam, dari bulan Juni kemarin. Rata-rata umur padi yang ditanam ini baru sekitar 1 bulan. Habis semua dihantam banjir," kata salah seorang petani di Desa Meranti, Carter Panjaitan, Selasa (13/7/2021) .

Menurutnya, banjir mulai terjadi sejak dini hari tadi. Dia menduga banjir dipicu hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

"Kalau setahun pasti ada dua kali banjir. Biasanya musim banjir itu di akhir tahun tapi ini memang tidak bisa diprediksi," kata dia.

Carter mengatakan para petani baru saja menyebar bibit. Dia menyebut banjir menyebabkan para petani merugi.

Selain itu, banjir terjadi di Kabupaten Batu Bara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara melaporkan ada 1.451 unit rumah di 13 desa dan lima kecamatan yang terendam banjir dengan tinggi air 30-80 cm.

Wilayah terendam banjir itu berada di Kecamatan Medang Deras, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kecamatan Talawi, Kecamatan Datuk Lima Puluh, dan Kecamatan Sei Balai. BPBD Kabupaten Batu Bara juga mencatat bahwa banjir berdampak terhadap 492 hektare lahan perkebunan dan pertanian.

Badan jalan sepanjang 300 meter juga mengalami abrasi akibat banjir. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini soal potensi hujan di Batu Bara hingga Rabu (14/7).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww