Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

200 Mal Dijarah di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas, Ada Bayi Dilempar dari Gedung

200 Mal Dijarah di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas, Ada Bayi Dilempar dari Gedung
Penjarahan di Afrika Selatan. (Foto: reuters)
Rabu, 14 Juli 2021 16:35 WIB

JAKARTA - Korban tewas di Afrika Selatan meningkat menjadi 72 orang dalam kekerasan yang melanda beberapa wilayah setelah mantan Presiden Jacob Zuma dipenjara. Situasi di negara itu pun bak medan perang.

Jumlah ini termasuk 10 orang tewas terinjak-injak saat penjarahan pada Senin malam di satu pusat perbelanjaan di Soweto.

BBC memfilmkan seorang bayi yang dilempar dari gedung di Durban yang terbakar setelah toko-toko di lantai dasar dijarah massa.

Militer telah dikerahkan untuk membantu polisi yang kewalahan sejak kerusuhan dimulai pekan lalu.

Polisi Afrika Selatan mengatakan mereka telah mengidentifikasi 12 orang yang diduga memprovokasi kerusuhan, dan total 1.234 orang telah ditangkap.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutnya sebagai beberapa kekerasan terburuk yang disaksikan di Afrika Selatan sejak 1990-an, sebelum berakhirnya apartheid.

Kebakaran meluas, jalan raya diblokir dan bisnis serta gudang dijarah di kota-kota besar dan kecil di provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.

Para menteri telah memperingatkan jika penjarahan berlanjut, ada daerah-daerah yang berisiko kehabisan persediaan makanan pokok dalam waktu dekat. Meski demikian, mereka mengesampingkan menyatakan keadaan darurat.

Apa yang terjadi pada bayi itu? Bocah itu ditangkap kerumunan orang yang bergegas membantu mereka yang terjebak di blok apartemen di kawasan pusat bisnis Durban, kota pesisir di KwaZulu-Natal, pada Selasa sore.

Mereka yang mencuri dari toko-toko di lantai dasar Smith Street telah menyalakan api yang berkobar, mempengaruhi mereka yang tinggal di lantai atas.

Wartawan BBC Nomsa Maseko mengatakan setelah menangkap bayi itu, orang yang lewat dan tetangga bergegas mencari tangga untuk membantu warga lain, termasuk anak-anak, untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.

Sang ibu bertemu kembali dengan bayinya, tetapi terlalu emosional untuk berbicara. Layanan penyelamatan tiba setelah sekitar 20 menit untuk membantu memadamkan api.

Seberapa parah kerusakannya? “Lebih dari 200 mal pusat perbelanjaan telah dijarah pada Senin sore,” ungkap CEO Business Leadership Afrika Selatan, Busisiwe Mavuso pada kantor berita Bloomberg.

Beberapa pusat perbelanjaan di Soweto, kota terbesar di Afrika Selatan yang pernah menjadi rumah bagi Nelson Mandela, telah dirampok habis-habisan.

Di Soweto, banyak ATM dibobol, restoran, toko yang menjual alkohol, dan toko pakaian semuanya dibiarkan compang-camping setelah dijarah.

Tentara yang bekerja sama dengan polisi berhasil menangkap beberapa perusuh. Secara total hampir 800 telah ditangkap, tetapi penegakan hukum masih kalah jumlah.

“Di KwaZulu-Natal, tempat ternak juga dicuri, kerusuhan berlanjut dengan ambulans yang diserang perusuh di beberapa daerah,” papar portal berita TimesLive.

Rekaman video menunjukkan bank darah dijarah di Durban saat Ramaphosa berbicara kepada seluruh rakyat pada Senin malam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kuliner, Warga Bertuah
wwwwww