Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Taufik Hidayat Kagumi Herry Kane dan Federico Chiesa

Taufik Hidayat Kagumi Herry Kane dan Federico Chiesa
Selasa, 13 Juli 2021 13:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gelaran Euro 2020 yang digelar mulai pertengahan Juni kemarin resmi berakhir. Tim Nasional Italia resmi menjadi kampiun usai menundukkan Inggris melalui drama adu penalti. Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma menjadi pahlawan usai mampu menepis tendangan Bukayo Saka.

Tentunya aksi bintang Eropa tersebut banyak menjadi pelajaran bagi para pemain Liga 1. Salah satunya striker Persija Jakarta, Taufik Hidayat. Taufik sendiri menilai Euro 2020 tak sekadar hiburan bagi dirinya yang berprofesi sebagai pesepak bola profesional. Ia turut mengambil pelajaran dari adu kemampuan pemain-pemain terbaik Eropa.

“Saya banyak belajar dari pemain top tersebut, terutama yang satu posisi dengan saya,” ungkap Taufik.

Beberapa pemain yang disorot Taufik, antara lain, penyerang tim nasional Inggris, Harry Kane. Pesepak bola 21 tahun itu belajar perihal menempatkan posisi kala bermain, ihwal mendistribusikan bola, atau penyelesaian akhir dari Kane.

Adapula penyerang sayap Italia Federico Chiesa. Dari pemain Juventus tersebut, Taufik belajar soal pentingnya kerja keras kala bermain. “Spirit dia (Chiesa) kan luar biasa. Hal itu juga menjadi catatan untuk saya pribadi,” pungkas Taufik.

“Semoga saya dapat terus memperbaiki diri sehingga bisa membantu Persija meraih juara.”

Taufik mendapatkan menit bermain ke tim utama Persija pada akhir 2019. Sejauh ini, ia telah membantu tim meraih trofi turnamen pra musim Piala Menpora 2021, bahkan mencetak gol di laga final melawan Persib Bandung. ***

wwwwww