Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
21 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
18 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
7 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pahami Kesulitan Negara di Tengah Pandemi Covid-19, Amali Tak Minta Tambahan Anggaran

Pahami Kesulitan Negara di Tengah Pandemi Covid-19, Amali Tak Minta Tambahan Anggaran
Menpora Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Senin, 12 Juli 2021 19:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Grand Desain Olahraga Nasional yang diluncurkan dalam misi mengangkat prestasi olahraga nasional menuju jenjang Olimpiade memang membutuhkan anggaran besar. Namun, Menpora Zainudin Amali tidak ingin mengajukan penambahan anggaran karena memahami kesulitan yang dialami negara di tengah pandemi Covid-19.

Pernyataan itu diungkapkan Zainudin Amali kepada wartawan dalam jumpa pers virtual dengan wartawan usai Rapat Koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan NOC Indonesia, Senin (12/7/2021) yang membahas penundangan pelaksanaan SEA Games dan ASEAN Para Games 2021 Vietnam ke tahun 2022.

"Saya memahami Grand Desain Olahraga Nasional yang bertujuan untuk mengangkat prestasi olahraga Indonesia di Olimpiade itu butuh anggaran yang cukup besar. Tetapi, saya tidak ingin mengajukan tambahan anggaran karena memahami kesulitan yang dialami pemerintah di tengah pandemi Covid-19," kata Amali.

Di tengah pandemi Covid-19 yang meninggi, kata politisi Golkar, alokasi dana untuk kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi jauh lebih penting. "Biarlah anggaran itu dialokasikan untuk kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi. Itu jauh lebih penting. Saat ini, kita akan mencoba memanfaatkan anggaran yang ada secara maksimal untuk bisa meraih prestasi," katanya lagi.

Seperti diketahui lahirnya Grand Design Olahraga Nasional ini didasari oleh arahan presiden saat sambutan pada peringatan (Hari Olahraga Nasional) ke-37 pada 9 September 2020 lalu. Pada arahannya, Presiden minta untuk melakukan review total terhadap ekosistem prestasi olahraga nasional.

Dalam grand desain itu dibutuhkan minimum 10 tahun latihan untuk mengantarkan atlet menuju podium internasional. Apalagi, sasaran utama adalah Olimpiade sedangkan Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara.

Dari diskusi bersama dengan profesor, guru besar dan stakeholder olahraga, Kemenpora menetapkan 14 cabor unggulan yang mengandalkan akurasi dan teknik. Adapun sejumlah cabor yang dimaksud antara lain bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, senam artistik, dayung dan pencak silat. ***

wwwwww