Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
17 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Mantan Pemain Satria Muda Bicara Soal Kasus Dimaz Muharri

Mantan Pemain Satria Muda Bicara Soal Kasus Dimaz Muharri
Senin, 12 Juli 2021 20:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kasus Dimaz Muharri dan CLS Knights Surabaya akhir-akhir ini jadi perbicangan hangat. Tapi bukan hanya kasusnya saja yang jadi perhatian, ini seperti membangunkan para pemain untuk tidak terlena dengan nilai kontrak saja. Mereka harus memperhatikan dengan seksama setiap pasalnya, dan memperhatikan hak-hak dan kewajiban yang tertuang dalam kontrak tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Christian Ronaldo Sitepu, mantan pemain Satria Muda Pertamina Jakarta. Pemain yang akrab disapa Dodo ini menjadi salah satu orang yang ikut dalam pertemuan virtual dengan pemain-pemain basket, baik pemain yang aktif di liga profesional maupun yang sudah pensiun. 

Dalam pertemuan tersebut, pemain senior membagikan pengalamannya. Termasuk kasus-kasus yang pernah melibatkan mereka. Sementara, pemain junior atau yang rata-rata berusia muda, dan mulai masuk ke liga profesional, meminta nasihat. 

"Saya mengingatkan kembali untuk para pemain. Mereka harus paham sekali tentang perjanjian kontrak. Pemain harus tahu hak dan kewajiban mereka. Kasus Dimaz Muharri ini jadi pelajaran bagi kita semua," jelasnya. 

Pemain muda pun harus mulai peduli dengan bahasa kontrak. Mereka harus membaca dengan seksama. Tidak boleh asal setuju dengan kontrak yang disodorkan padanya. Karena kalau ada yang belum mengerti, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu.

"Banyak dari pemain muda yang ternyata belum mengerti mengenai hal ini. Jadi perlu ada edukasi tentang kontrak pemain. Intinya, kami ingin ke depan para pemain lebih peduli dengan kontraknya sendiri," tambah Dodo. 

Dodo sendiri berharap, kasus ini bisa membangkitkan kepedulian terhadap semua pemain. Pertemuan ini dianggap sebagai aksi solidaritas terhadap kasus Dimaz Muharri. Tapi di sisi lain, para pemain mulai sadar bahwa mereka harus bersatu untuk membentuk suatu wadah yang menaungi mereka di kemudian hari. Nantinya kalau ada masalah, mereka bisa mendapatkan bantuan dari lembaga tersebut. 

"Akhirnya kami sepakat, satu page. Kami siap membentuk asosiasi pemain. Kami memang bersaing di lapangan. Tapi sebenarnya kami bersatu," tegas Dodo. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww