Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Komisi IX DPR: Vaksinasi Harus Gratis dan Tidak Boleh Diperjualbelikan

Komisi IX DPR: Vaksinasi Harus Gratis dan Tidak Boleh Diperjualbelikan
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (foto: Istimewa)
Minggu, 11 Juli 2021 23:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 berbayar akan mulai dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk Senin (12/7) besok. Hal ini pun menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Ia menegaskan, vaksinasi harus gratis dan tidak boleh diperjualbelikan bagi individu. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi komersialisasi vaksin.

"Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas," tegas Saleh dalam keterangannya yang diterima GoNews.co, Minggu (11/7/2021).

Pemerintah pun didesak untuk menjelaskan keputusan ini. Ia menuturkan bahwa dasar pelaksanaan vaksinasi adalah gratis, artinya setiap orang tidak dipungut biaya untuk divaksin seperti program ini.

Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mempertanyakan, bila benar ada pembelian vaksin secara individual di klinik Kimia Farma, maka banyak pertanyaan muncul.

"Siapa kelak yang akan menjadi vaksinatornya? Siapa pula yang akan memonitor para individu yang telah divaksin itu? Bukankah setiap orang yang divaksin harus terus dievaluasi kondisinya?" tanya Saleh.

Apalagi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) masih selalu ada. Hal tersebut perlu diawasi dan dimonitor. "Nah, apakah mekanisme pembelian vaksin di Kimia Farma ini juga akan dievaluasi dan diawasi? Bagaimana koordinasinya dengan komnas/komda KIPI?," pungkasnya.***

wwwwww