Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
3 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kampus

Kebutuhan Gas Oksigen Tinggi, PKS Minta Pemerintah Tak Panik

Kebutuhan Gas Oksigen Tinggi, PKS Minta Pemerintah Tak Panik
Ilustrasi gas oksigen. (foto: dok. ist./sindonews)
Rabu, 07 Juli 2021 10:35 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto, meminta pemerintah tak panik penuhi kebutuhan gas oksigen yang meningkat.

"Jangan ikut-ikutan panik dan langsung mengimpor gas oksigen," kata Mulyanto, Rabu (7/7/2021) sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Alih-alih berencana impor, menurut Mulyanto, pemerintah bisa meningkatkan produksi gas oksigen di pabrik-pabrik yang selama ini menganggur.

Mulyanto memaparkan, sejauh ini 99.8% kebutuhan gas oksigen Indonesia dipenuhi dari pengadaan domestik. Ini pun masih dengan kapasitas produksi sebesar 74%. "Masih ada kapasitas yang menganggur sebesar 26% atau sekitar 225 juta ton per tahun," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus
wwwwww