Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Menpora Amali Hadiri Penyampaian LHP LKPP 2020 Secara Virtual

Menpora Amali Hadiri Penyampaian LHP LKPP 2020 Secara Virtual
Presiden Jokowi. (Dok. Kemenpora)
Jum'at, 25 Juni 2021 14:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menpora Zainudin Amali menghadiri Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Pusat (IHPS) II serta penyerahan LHP Semester II Tahun 2020 secara virtual dari Kantor Kemenpora Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Dalam laporannya, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menyampaikan, LHP LKPP dan IHPS II 2020 dilaksanakan dengan semangat akuntabilitas untuk semua. Semangat ini dilandaskan pada komitmen untuk melaksanakan segala sesuatunya dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada presiden, wakil presiden, para pimpinan kementerian/lembaga serta seluruh jajaran atas kerja samanya sehingga pemeriksaan atas pertanggung jawaban pelaksanaan APBN dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mohon maaf apabila dalam pemeriksaan ada hal-hal yang kurang berkenan,” katanya.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan langsung dari Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas LKPP.

“Alhamdulillah opininya wajar tanpa pengecualian (WTP). WTP merupakan pencapaian yang baik di tahun yang berat dan ini WTP yang ke lima yang diraih pemerintah berturut turut. Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada BPK yang ditengah keterbatasan aktivitas dan mobilitas ditengah pandemi telah melaksanaan pemeriksaan atas LKPP tahun 2020 dengan tepat waktu,” ujar Presiden.

Kepala Negara menerangkan, raihan WTP bukanlah tujuan akhir, karena pemerintah ingin mempergunakan uang rakyat dengan sebaik-baiknya, dikelola dengan transaparan, makin tepat sasaran, serta memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Karena itu pemerintah sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi BPK dalam pengelolaan pembiayaan APBN. Saya minta kepada para menteri, para kepala lembaga, dan kepala daerah agar semua rekomendasi pemeriksaan BPK segera ditindak lanjuti dan diselesaikan,” pesan Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir seutuhnya. Seluruh lapisan masyarakat diminta harus tetap waspada.

“Saya ingin mengingatkan kita semuanya bahwa pandemi belum berakhir, kita harus tetap waspada dan situasi yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary,” terang Presiden.

Untuk itu, Presiden menekankan agar situasi ini harus direspons dengan kebijakan yang cepat dan tepat. Diperlukan adanya kesamaan frekuensi, baik disemua lembaga negara, jajaran pemerintah pusat sampai pemerintah daerah.

“Sejak pandemi muncul, kita sudah melakukan langkah-langkah extraordinary termasuk dengan perubahan APBN kita. Refocusing dan realokasi anggaran diseluruh jenjang pemerintahan dan memberi ruang relaksasi APBN dapat diperlebar diatas 3 persen selama tiga tahun,” tegas Presiden ***

Kategori:Kampus, Balai Kota
wwwwww