Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
4
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Puncak Pandemi Bulan Depan, Epidemiolog Minta Fasilitas Kesehatan Diperkuat

Puncak Pandemi Bulan Depan, Epidemiolog Minta Fasilitas Kesehatan Diperkuat
Ilustrasi Nakes Covid. (Foto: Istimewa)
Minggu, 20 Juni 2021 15:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman memprediksi, puncak gelombang pertama dari pandemi Covid-19 terjadi pada akhir Juni dan awal Juli 2021 ini. Oleh karena itu, dia meminta harus ada peningkatan di berbagai sektor fasilitas kesehatan.

"Ledakan besar kasus ini terjadi pada akhir Juni dan awal Juli, apalagi dengan kontribusi dari varian alfa dan delta yang baru," ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Apalagi, kata dia, saat ini di sejumlah fasilitas kesehatan jumlah kasus rujukan dan rawatannya meningkat itu menandakan pada situasi puncak pandemi dari gelombang pertama. Itu terjadi karena akumulasi wabah tersebut selama setahun lamanya.

Dia melanjutkan, selain itu adanya temuan baru virus varian delta dan alfa yang semakin membuat Indonesia semakin berada pada situasi serius dan berpotensi menghadapi ledakan kasus, utamanya di fasilitas kesehatan akan terus meningkat. Maka itu, perlu adanya peningkatan testing dan tracing pada masyarakat.

"Maka itu, selalu siap opsi darurat, penguatan sistem SDM, baik dari fasilitas, obat, alat kesehatan, ruang isolasi, ventilator, dan juga oksigen harus disiapkan termasuk sistem rujukan kesehatan. Ini semua harus ditingkatkan di semua pemerintahan daerah, khususnya Jawa-Bali,"tutup Dicky.

wwwwww