Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Puluhan Wanita Non Muslim Kanada Pakai Hijab untuk Perangi Islamofobia

Puluhan Wanita Non Muslim Kanada Pakai Hijab untuk Perangi Islamofobia
Puluhan wanita Non Muslim kenakan Hijab di Kanada. (foto: Istimewa)
Minggu, 20 Juni 2021 23:00 WIB
JAKARTA - Puluhan wanita muslim dan nonmuslim di Kanada menggelar aksi damai di Victoria Park dengan mengenakan hijab untuk memerangi Islamofobia. Acara bernama Hijabs for Harmony ini diadakan menyusul serangan teroris terhadap satu keluarga muslim 6 Juni lalu.

Sekitar 80 warga London, Ontario, Kanada hadir di acara ini untuk mendidik publik tentang jilbab dan perlunya memerangi Islamofobia. Acara yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat ini menampilkan beberapa pembicara dari Muslim Association of Canada (MAC) dilanjutkan dengan jalan-jalan solidaritas mengelilingi Victoria Park dan mengheningkan cipta untuk korban. Acara ini bagian dari sejumlah pertemuan yang diadakan di seluruh negeri untuk mendorong pemerintah mengatasi masalah Islamofobia di Kanada.

"Di saat banyak wanita takut untuk keluar dengan jilbab mereka karena sekarang mereka telah menjadi minoritas yang terlihat, dukungan ini mendorong mereka untuk melanjutkan pilihan yang telah mereka ambil," kata warga London, Ontario, dan anggota Muslim Association of Canada Reem Sultan dikutip dari Global News, Ahad, 20 Juni 2021.

Empat anggota keluarga muslim London, Ontario, Kanada, tewas dalam serangan bermotivasi kebencian dan ditargetkan pada 6 Juni 2021. Pelaku yang bernama Nathaniel Veltman, 20 tahun, dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke keluarga itu yang sedang jalan kaki. Kejaksaan Kanada mendakwa pelaku dengan pasal terorisme.

Perwakilan peserta nonmuslim, Barbara Legate, mengatakan penting untuk menunjukkan solidaritas dengan muslimah dan masyarakat lainnya di Kanada. Terlebih perempuan kerap menjadi target kekerasan.

Dia mengatakan acara ini terinspirasi dari kegiatan serupa yang terjadi di Christchurch Selandia Baru setelah serangan teror di sebuah masjid pada 2019. Ia menuturkan tidak ingin akibat teror itu sikap muslim Kanada terhadap jilbab berubah menjadi sekadar kostum. "Jilbab itu sangat penting bagi wanita yang memilih untuk memakainya. Kami ingin tampilan yang layak kami hadirkan bersama anda," kata Legate.

Muslimah London lainnya, Safiya Shaikha, mengatakan setiap orang harus memiliki hak untuk memakai apa yang mereka inginkan. "Jilbab bagi saya bukan hanya penutup kepala, bagi saya ini adalah Islam saya, bukan hanya agama atau apa yang anda yakini secara spiritual, ini adalah cara hidup,” kata Shaikha.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kuliner, Warga Bertuah
wwwwww