Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

PSI Kaitkan Ledakan Kasus dengan Anies yang Hilang Fokus

PSI Kaitkan Ledakan Kasus dengan Anies yang Hilang Fokus
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (foto: dok. ist./antara via cnnindonesia)
Rabu, 16 Juni 2021 10:30 WIB
JAKARTA - DKI Jakarta tengah memasuki fase genting lonjakan kasus Covid-19, sebagaimana diungkap oleh Gubernur Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Sementara itu terjadi, Anies dinilai kehilangan fokus.

"Di saat kasus covid-19 meledak, Gubernur Anies malah kehilangan fokus dan lebih sibuk dengan roadbike serta safari politik," kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad dalam rilis yang dikutip GoNEWS.co, Rabu (16/6/2021).

Seharusnya, menurut PSI, Anies fokus pada penegakkan PPKM Mikro termasuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan micro-lockdown tingkat RT.

"Seperti yang diungkap Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahwa 51 persen kasus Covid-18 baru berasal dari RT-RT yang justru telah diterapkan micro-lockdown. (Jadi, red) percuma membuat aturan kalau tidak diawasi," kata anggota Komisi E Fraksi PSI ini.

Anies di Pemprov DKI, menurut Idris, juga dapat berinovasi dalam menerapkan aturan PPKM Mikro seperti yang tertuang di Inmendagri No. 13 Tahun 2021, salah satunya dengan memperluas pelaksanaan micro-lockdown dari hitungan RT menjadi hitungan RW sehingga penularan bisa ditekan. "Semisal dilakukan lockdown satu RW bila ada satu RT di dalamnya terdapat kasus positif. Kemudian, Pemprov DKI Jakarta dapat memanfaatkan lockdown tersebut untuk melakukan tracing secara lebih menyeluruh, sekaligus memutus rantai penularan secara lebih luas," kata dia.

Idris mendesak Gubernur Anies membatalkan sejumlah agenda safari luar kota dan fokus melakukan pembenahan agar lonjakan kasus Covid-19 dapat ditekan. "Jangan sampai Gubernur Anies terus kehilangan fokus dan angka lonjakan semakin tidak terkendali," kata Dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam lansiran Kantor Berita, Antara yang dikutip GoNEWS.co, Senin (14/6/2021), mengatakan, "Jakarta masuki fase amat genting,".

Karenanya, kata Anies, "Kami minta pada semuanya untuk taati (prokes), disiplin dan selalu tertib,". ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Balai Kota
wwwwww