Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
11 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Mabes Polri Bantah Ada Kasus Salah Tangkap Terduga Teroris di Riau

Mabes Polri Bantah Ada Kasus Salah Tangkap Terduga Teroris di Riau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Foto: Istimewa)
Rabu, 16 Juni 2021 01:15 WIB
JAKARTA - Polri membantah adanya salah tangkap dalam proses operasi penindakan pada 13 terduga teroris di Riau.

"Tidak ada (salah tangkap)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021).

Menurut Rusdi, pihak Densus 88 Antiteror Polri telah mendapatkan bukti-bukti pendukung yang kuat dalam proses penangkapan terhadap belasan orang tersebut.

"Dipastikan 13 orang yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukan penangkapan. Proses masih berjalan," ujar Rusdi.

Ia menekankan, pihaknya telah mencermati gerak-gerik 13 orang terduga teroris Riau sejak lama. Hasilnya, mereka diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

"Kelompok ini berperan membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut jamaah islamiyah ketika bergerak ke Riau. Kelompok inilah yang menyembunyikan. Jadi 13 orang ini bertugas nyembunyiin DPO Densus 88 khususnya dari kelompok JI itu mengamankan diri di Riau," ujar Rusdi.

Tak hanya itu, kata Rusdi, kelompok ini diduga pernah melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan terorisme. Kegiatan itu di antaranya pelatihan menggunakan senjata api di sejumlah daerah di Riau. "Kelompok ini juga telah melakukan kegiatan antara lain pelatihan pengunaan senjata, baik latihan penggunaan senjata tajam, maupun penggunaan senjata api. Ini untuk kelompok yang di Riau,” ucap Rusdi.

Sebelumnya, seorang warga Pekanbaru berinisial Hen mengalami luka-luka diduga dilakukan oknum aparat dari Densus 88 antiteror. Hen dituding kelompok jaringan teroris, namun ternyata bukan.

Ibrahim ayah Hen mengatakan saat ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Dia berharap ada keadilan bagi anak dan keluarganya. "Iya salah tangkap," kata Ibrahim seperti dilansir GoNews.co dari Okezone, Selasa (15/6/2021).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww