Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

BI Targetkan 12 Juta Merchant Gunakan QRIS di Tahun 2021

BI Targetkan 12 Juta Merchant Gunakan QRIS di Tahun 2021
Gubernur BI, Perry Warjiyo (kanan depan) saat memaparkan kebijakan BI dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). (foto: gonews.co/dzulfiqar)
Rabu, 02 Juni 2021 12:56 WIB
JAKARTA - Gubernur BI (Bank Indonesia), Perry Warjiyo mengungkapkan, digitalisasi pembayaran menjadi bagian dari kebijakan BI dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Senayan Jakarta, Rabu (2/6/2021), Perry mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran termaksud juga sudah dilakukan oleh BI sejak tahun 2019.

"Alhamdulillah selama pandemi, ini menjadi game changer karena memang minat transaksi ekonomi digital yang semakin meningkat," kata Perry.

BI, kata Perry, sudah membuat blue print digitalisasi sistem pembayaran. Yang akan terus dilakukan diantarnya; Pertama, perluasan akseptasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di 12 juta merchant pada 2021. Termasuk di dalamnya adalah melanjutkan elektronifikasi bantuan sosial, moda transportasi dan operasi keuangan pemerintah.

Kedua, lanjut Perry, mengembangkan BI FAST, sistem pembayaran, interlink digital banking dan fintech, reformasi payment regulatory dan berbagai agenda dalam BPSI (blue print sistem pembayaran Indonesia) 2025.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Pasar & Niaga
wwwwww