Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Arki Dikania Wisnu Pemain yang Paling Sulit Dijaga

Arki Dikania Wisnu Pemain yang Paling Sulit Dijaga
Rabu, 02 Juni 2021 22:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Penggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Dikania Wisnu, tak hanya punya mentalitas kuat saat di lapangan. Pebasket berusia 33 tahun itu juga diakui sebagai pemain yang paling sulit dijaga.

Hal itu dirasakan pemain Indonesia Patriots, Yudha Saputera. Yudha tak menampik Arki sebagai pebasket hebat yang dimiliki Indonesia saat ini.

“Kalau dilihat, gerakan kak Arki itu sebetulnya itu-itu saja. Namun, memang dia kuat sekali. Sangat tahu timing untuk melakukan drive atau passing. Waktu kami melawan Satria Muda, kak Arki yang membuat sulit,” ujar Yudha.

“Jiwa kepemimpinannya di lapangan juga hebat. Dia bisa membangkitkan semangat rekan setim saat lagi down lewat performanya di lapangan,” imbuh Yudha.

Yudha juga belajar banyak dari Arki. Terutama soal mengambil keputusan.

“Bagi saya Arki itu wise sekali keputusannya. Dia tahu kapan harus nembak atau passing. Saya rasa itu senjata paling mematikan yang dimiliki kak Arki,” ujar Yudha. ***

wwwwww