Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
1 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
26 menit yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Prayitno Sebut Munas PB JI Tak Sesuai AD/ART

Prayitno Sebut Munas PB JI Tak Sesuai AD/ART
Jum'at, 28 Mei 2021 20:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA  - Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PB JI) yang rencananya akan berlangsung pada Sabtu, (29/5/2021) mendatang. Meski demikian, Prayitno selaku Wakil Ketua Umum II Bidang Hubungan Luar Negeri bersama beberapa pengurus lainnya menyebut jika agenda tersebut adalah liar dan tidak sesuai dengan mekanisme berorganisasi pada umumnya.

Menurut Prayitno, PBJI secara organisasi belum pernah mengadakan pertemuan dan rapat kerja, baik di daerah atau nasional (Rakernas), bahkan tidak pernah ada pembahasan apapun hingga muncul surat pemberitahuan sekaligus undangan Munas kebeberapa perguruan/klub belum lama ini.

Prayitno pun menyebut ada oknum pengurus yang mencoba mengambil kesempatan di masa pandemi seperti saat ini dengan mencoba untuk menggelar Munas tersebut. "Bagaimana mungkin kita mengadakan munas, toh kita tidak pernah ada pertemuan, bahkan tidak pernah ada kegiatan sehabis pelaksanaan Asian Games 2018. Kok tiba-tiba ada undangan Munas ke daerah-daerah, bahkan perguruan/perkumpulan diberikan hak untuk bisa memberikan suara, sangat aneh sekali," kata Prayitno.

Jika sesuatu dipaksakan, Prayitno menyebut tidak akan membuahkan hasil yang baik. Ia pun mengajak semua pihak termasuk mereka yang memaksakan Munas berpikir jernih dan cerdas.

“PB Jujitsu Indonesia ini organisasi olahraga resmi yang diakui Pemerintah, KONI dan KOI di mana ruang geraknya harus sesuai aturan yang berlaku. Kita harus taat asas dan menjaga etika berorganisasi. Jika tidak taat asas, organisasi itu menjadi liar, sehingga pelaksanaan Munas tersebut juga bisa disebut liar," tegasnya. 

Penegasan Prayitno itu pun diperkuat Edri Paduka Prapanca selaku Kabid Penelitian dan Pengembangan PBJI. Menurutnya, secara organisatoris dan etika terhadap perjanjian yang telah disepakati antara PBJSI dan PBJI sebelum Asian Games seharusnya bisa diselesaikan terlebih dahulu.

"Banyak pekerjaan rumah yang bisa didiskusikan dan diputuskan bersama saat rapat kerja atau rakernas. Terlebih hingga saat ini PBJI sama sekali belum mengadakan Kejuaraan Nasional atau seleksi nasional untuk menjaring atlet yang dipersiapkan menuju Sea Games mendatang," tutur Edri Paduka Prapanca.

“Musyawarah Nasional itu bukan sesuatu hal yang tabu sejauh tidak melanggar tatanan organisasi. Nah sekarang saya tanya apakah ada pemberitahuan resmi dan tertulis kepada seluruh anggota personalia PB,” tambah pria yang juga aktif sebagai pelatih Jujitsu di Jawa Barat itu.

Menanggapi bahwa Munas ini akan ikut dihadiri perwakilan KONI Pusat dan KOI, Prapanca menegaskan KONI Pusat dan KOI itu organisasi olahraga yang cukup besar dan tertua sehingga tidak mungkin akan terjebak pada kepentingan segelintir orang yang memancing di air keruh.

Munas yang diklaim dihadiri oleh seluruh Pengprov itu menurut Prapanca, tidak memiliki legalitas yang kuat. Pasalnya, banyak Pengprov yang memang belum terbentuk. "Tidak mungkin perguruan disamarkan sebagai suara Pengprov. Semoga KONI Pusat bisa melihat hal ini, terlebih Munas dipaksakan secara virtual," ungkap Prapanca.

Sementara itu, Sekretaris Jendral II PBJI, Subhan Prasandra mengatakan bahwa dirinya siap mengikuti keputusan terbaik secara organisasi. Ia menyampaikan bahwa induk cabang olahraga Jujitsu yang terbentuk saat ini merupakan peleburan dari dua organisasi besar Jujitsu di Tanah Air, yakni PBJI dan PBJSI.

"Melebur sesuai kesepakatan yang telah disepakati bersama sebelum melangkah sebagai anggota KONI pusat. Ia pun mengamini bahwa pentingnya diskusi dan rapat kerja dalam organisasi sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan atau justru merugikan orang lain. Apalagi ini organisasi selevel PB cabor," ucap Subhan Prasandra. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww