Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
36 menit yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

ini Tanggapan Achsanul Qosasi Soal Garuda Indonesia Kesulitan Keuangan

ini Tanggapan Achsanul Qosasi Soal Garuda Indonesia Kesulitan Keuangan
Anggota III BPK RI, Achsanul Qosasi.
Jum'at, 28 Mei 2021 20:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Reoublik Indonesia (BPK RI), Achsanul Qosasi memberikan tanggapan atas kesulitan keuangan yang dialami maskapai Garuda Indonesia ( GIA) saat ini. Menurutnya, keterbukaan pihak Garuda Indonesia penting diketahui rakyat karena Garuda adalah maskapai penerbangan plat merah milik negara.

Achsanul memahami kesulitan yang dialami Garuda Indonesia saat ini tentang kebijakan pembatasan pergerakan penerbangan selama pandemi covid 19. "Profesional hebatpun sulit sehatkan garuda, kecuali ada dana cash untuk menutupi beban masa lalu," katanya di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Dia menyebutkan kondisi keuangan Garuda saat ini juga disebabkan kesalahan kumulatif termasuk pelanggaran fleet plan yang tidak sesuai kebutuhan sejak tahun 2012.

Dia mengingatkan dimasa lalu pemerintah pernah memutuskan memberikan PMN Rp 8,5 Trilyun, namun itu tidak boleh karena Garuda adalah perusahaan publik yang terdaftar di bursa.

Sosok yang akrab dipanggil AQ ini menambahkan bahwa Garuda Indonesia hanya bisa menerima loan ( pinjaman ) dengan bunga atau talangan, dan harus sesuai persyaratan ketat. " Saat ini gaji direksi garuda dipotong 50%, awak kabin dan pilot 30%, sementara sekitar 70 pesawat tidak terbang, dan yang terbangpun hanya diisi 50%," ujarnya.

Dalam beberapa hari ini muncul pernyataan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tentang kondisi perusahaan dan perihal menawarkan pensiun dini kepada karyawan. Dia mengungkapkan kesulitan keuangan perusahaan akibat pembatasan pergerakan penerbangan dimasa pandemi. Pihaknya mengaku terpaksa menawarkan pensiun dini dan dari 7.890 karyawan pada tahun 2020 kini berkurang menjadi 5.945 orang. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi beban keuangan perusahaan.

Irfan sempat menyebutkan untuk gaji karyawan bulan Mei pihak perusahaan masih harus berjuang keras karena pendapatan hanya USD 56 juta dari biasanya USD 200 juta dimasa sebelum pandemi. ***

wwwwww