Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
23 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
3
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
12 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
4
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
5
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
12 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Jakarta Dapat Nilai E Tangani Covid, Ini Saran PSI

Jakarta Dapat Nilai E Tangani Covid, Ini Saran PSI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (foto: dok. ist. via bisnis.com)
Jum'at, 28 Mei 2021 14:32 WIB
JAKARTA - PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Jakarta, meminta nilai buruk penanganan pandemi Covid-19 dari Kemenkes bisa disikapi sebagai peringatan keras bagi Pemprov DKI Jakarta.

"Pak Gubernur tidak boleh hanya bangga dengan jumlah tes dan fasilitas kesehatan, perlu juga serius membenahi kemampuan tracing dan isolasi," ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (28/5/2021).

Menurut Idris, Jakarta perlu mempertimbangkan menarik rem darurat sehingga mereka yang baru kembali dari luar Jakarta tidak menularkan virus ke warga yang tidak turut mudik. Selain itu, Jakarta juga harus meningkatkan kapasitas jumlah SDM, dan menaikkan anggaran Puskesmas hingga kelurahan.

Idris memaparkan saat ini semakin banyak RT yang memasuki zona merah dan zona oranye, sehingga terpaksa melakukan micro lockdown, belum lagi ditemukan RT di Cilangkap, Jakarta Timur, dimana jumlah kasus positif dalam satu RT berjumlah lebih dari 100. Pada level provinsi, jumlah kasus positif DKI Jakarta meningkat sebesar 40 persen dalam satu pekan terakhir. Keterisian Wisma Atlet juga meningkat 6 persen pasca libur lebaran.

"Arus balik belum berakhir, masih banyak pemudik yang belum kembali dan mayoritas belum menjalani pemeriksaan swab antigen. Jika tidak segera dilacak dan diisolasi, maka klaster tersebut akan menyebar sehingga pada akhirnya timbul tsunami kasus Covid-19 di Jakarta," seru Idris.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memberikan nilai E pada DKI Jakarta dalam pengendalian pandemi Covid-19. DKI Jakarta mendapat nilai buruk akibat laju penularan yang tinggi yakni 150 kasus positif per 100 ribu penduduk tiap pekannya. Tingkat keterisian rumah sakit juga meningkat Pasca-Lebaran dan tindak penelusuran belum berjalan baik.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Balai Kota
wwwwww