Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
21 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
19 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
7 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
4 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Parlemen

China akan Pugar Landasan Udara di Kiribati

China akan Pugar Landasan Udara di Kiribati
Pulau Kanton di Kiribati yang menampung lapangan udara tersebut berjarak 1864 mil dari Hawai. (foto: ist. via dailymail.co.uk)
Minggu, 09 Mei 2021 15:42 WIB
JAKARTA - China tengah berencana membangun kembali landasan udara dan jembatan di salah satu pulau terpencil di Kiribati. Pembangunan ini akan menghidupkan kembali situs yang menampung pesawat militer selama Perang Dunia II.

Dailymail melansir pada Minggu (9/5/2021), ada kemungkinan bahwa bandara dapat mendukung penyebaran pesawat tempur jika dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya. Pulau ini juga dapat digunakan untuk meluncurkan pesawat pengintai karena letaknya yang strategis antara Hawaii dan wilayah yang berisi Australia dan Selandia Baru.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Reuters bahwa rencana pembangunan itu berlangsung atas undangan pemerintah Kiribati untuk memfasilitasi transportasi domestik di Kiribati.

"kerja sama yang saling menguntungkan dan dalam batas kemampuannya untuk memberikan bantuan tanpa syarat politik apa pun," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Sementara itu, anggota parlemen oposisi Kiribati, Tessie Lambourne mengatakan bahwa dia prihatin dengan proyek tersebut, dan ingin tahu apakah itu bagian dari Belt and Road Initiative China.

Belt and Road Initiative telah dimulai pada 2013 sebagai proyek infrastruktur global yang diyakini para kritikus sebagai upaya meningkatkan pengaruh geopolitik China di seluruh dunia.

Sebagai tambahan informasi, Kiribati adalah negara dengan 120.000 penduduk tapi mengontrol salah satu zona ekonomi eksklusif terbesar di dunia yang mencakup lebih dari 3,5 juta kilometer persegi Pasifik. Berdasarkan peta, jaraknya ke Hawai dan ke Papua New Guinea hampir sama.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kuliner, Parlemen
wwwwww