Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pandemi Menuntut Keselarasan Langkah Bahkan Bagi Indonesia yang Menganut Desentralisasi

Pandemi Menuntut Keselarasan Langkah Bahkan Bagi Indonesia yang Menganut Desentralisasi
Mendagri Muhammad Tito didampingi Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik (kanan belakang) dan Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori (kiri belakang) dalam suatu kesempatan. (foto: ist./puspen kemendagri)
Senin, 26 April 2021 18:37 WIB
JAKARTA - Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Republik Indonesia, Muhammad Tito, meminta kebijakan dalam penanganan pandemi paralel dan dilakukan secara simultan.

Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan Puspen Kemendagri, Tito menyebut, Pandemi Covid-19 menempatkan Indonesia sebagai penganut asas demokrasi sistem desentralisasi melalui otonomi daerah pada posisi yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah dalam penetapan formulasi dan pelaksanaan kebijakan.

"Kita melihat pemerintah pusat saja bergerak dengan kecepatan penuh, dengan gas penuh, untuk menangani pandemi Covid-19. (Itu, red) tidak akan pernah bisa sukses karena 50% mesin lain pemerintah ini ada pada pemerintah daerah provinsi kabupaten/kota," kata Tito sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Senin (26/4/2021).

Menurut Tito, pemerintah daerah di seluruh tingkatan harus satu frekuensi dalam memahami kebijakan yang diambil. Tujuannya agar pada tataran implementasi, kebijakan pemerintah pusat dijabarkan dengan baik di tingkat daerah.

"Oleh karena itu, saya minta dalam konteks menghadapi pandemi Covid-19 kebijakan pusat dapat benar-benar dijabarkan dan disamakan oleh daerah sesuai dengan karakter daerah masing-masing," pungkas Tito.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Balai Kota
wwwwww