Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tiga Ekor Harimau Berkeliaran di Agam, Dua Ekor Kambing jadi Mangsa

Tiga Ekor Harimau Berkeliaran di Agam, Dua Ekor Kambing jadi Mangsa
Ilustrasi harimau dan kambing. (Foto: Internet)
Senin, 12 April 2021 22:18 WIB
AGAM - Tiga ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilaporkan berkeliaran di wilayah perkebunan warga di Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuah, Agam, Sumatera Barat. Si belang bahkan telah memangsa dua ekor kambing milik peternak setempat.

"Ada tiga ekor harimau berkeliaran yang terdiri dari satu ekor harimau dewasa dan dua anaknya yang juga cukup besar. Kambing warga di sini sudah dua ekor dimangsa," kata Eka (35), warga Palupuah, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, kambing milik Rasik (60), jadi mangsa harimau di daerah perkebunan warga di Koto Tabang. Lokasi itu hanya berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

"Masyarakat di sini resah, karena biasanya setelah memakan kambing dan anjing, harimau itu akan mengganggu manusia jika tidak diusir," kata Eka.

Warga saat ini ketakutan hingga tidak berani berladang. "Warga sekitar yang biasa berkebun dan mencari kayu bakar di hutan juga menemukan jejak jejak kaki harimau itu," jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi Vera Ciko mengaku sudah menerima laporan mengenai kemunculan harimau di Palupuah. "Kami sudah menerima laporan munculnya harimau itu dan kambing-kambing yang dimakannya. Kami akan melakukan tindak lanjut hari ini," katanya.

BKSDA hari ini akan melakukan cek lokasi untuk memastikan keberadaan harimau itu. "Sesuai SOP, kami terlebih dulu akan melakukan pengusiran, kemudian baru memasang perangkap setelahnya," kata dia.

Sebelumnya, BKSDA melakukan pengusiran harimau yang memangsa tiga ekor kerbau di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur pada Maret lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Binawidya, Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww