Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kampus

Negara-Negara di Dunia Waspadai Potensi Pandemi Baru setelah Covid-19, WHO Sebut Perlu Langkah Baru

Negara-Negara di Dunia Waspadai Potensi Pandemi Baru setelah Covid-19, WHO Sebut Perlu Langkah Baru
Seorang bayi bermain dengan masker ibunya di program dukungan nutrisi di Bertoua, Kamerun. (foto: ist./unicef/frank dejongh via un.org)
Rabu, 31 Maret 2021 15:07 WIB
JAKARTA - Negara-negara di dunia termasuk Indonesia, secara bersama-sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyerukan perjanjian internasional sebagai respons siaga atas potensi munculnya pandemi baru pasca Covid-19 di masa datang.

Mengutip siaran UN (United Nations) alias PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) dalam situs resmi mereka, para penandatangan perjanjian mengatakan bahwa pandemi virus corona telah menjadi pengingat yang tajam dan menyakitkan bahwa, "tidak ada yang aman sampai semua orang aman" dan bahwa "akan ada pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan utama lainnya,".

"Pertanyaannya bukan jika, tapi kapan. Bersama-sama, kita harus lebih siap untuk memprediksi, mencegah, mendeteksi, menilai, dan merespons pandemi secara efektif dengan cara yang sangat terkoordinasi," kata mereka sebagaimana dikutip GoNews.co, Rabu (31/3/2021).

Lansiran itu menyebut bahwa sejauh ini perjanjian telah ditandatangani oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan perwakilan dari banyak negara diantaranya, Albania, Chili, Kosta Rika, Dewan Eropa, Fiji, Prancis, Jerman, Yunani, Indonesia, Italia, Kenya, Belanda, Norwegia, Portugal, Republik Korea, Rumania, Rwanda, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Spanyol, Thailand, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Inggris Raya, dan Ukraina.

"Pada saat COVID-19 telah mengeksploitasi kelemahan dan perpecahan kita, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dan bersatu sebagai komunitas global untuk kerja sama damai yang melampaui krisis ini," kata mereka itu dalam lansiran tersebut.

Tedros mengatakan, "Kita tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah kita lakukan sebelumnya dan mengharapkan hasil yang berbeda ... kita harus bertindak dengan berani,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Kuliner, Kampus
wwwwww