Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Parlemen

Abu Janda-Natalius Pigai Sepakat Hidup Rukun demi Bangun Negeri

Abu Janda-Natalius Pigai Sepakat Hidup Rukun demi Bangun Negeri
Pertemuan Natalius Pigai dengan Abu Janda di salahsatu Hotel di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 Februari 2021 10:09 WIB
JAKARTA - Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda sepakat saling rukun dengan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai usai keduanya bertemu di Hotel Fairmont pada Senin (8/2) kemarin.

"Sepakat untuk saling rukun guyub dan bersama membangun negeri," kata Abu Janda dalam keterangannya, Selasa (9/2).

Abu Janda bercerita pengalamannya berkunjung ke Wamena Papua kepada Pigai saat meletus kerusuhan di wilayah tersebut beberapa tahun lalu.

Ia mengatakan kala itu sempat masuk ke kamp pengungsi di Jayapura untuk wawancara saksi mata meluruskan berita bahwa yang menyerang adalah orang tak dikenal. Menurutnya, warga Wamena justru menolong sembunyikan warga pendatang.

"Saya lakukan itu agar tidak ada tensi antar-etnis, jadi tak mungkin aku rasis ke Kaka apalagi ke saudara Papua," kata Abu Janda.

Merespons hal itu, Pigai lantas memahaminya. Bahkan, Pigai meminta untuk tetap menjaga Abu Janda saat diwawancarai di salah satu stasiun televisi. Bahkan, Pigai juga mengaku tidak kenal dengan yang melaporkan Abu Janda.

"Saya ngerti itu. Bahkan di TV saya bilang tolong jaga Abu Janda, dia orang baik," kata Pigai.

Pertemuan keduanya itu terlaksana usai diprakarsai Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.

Terpisah, Pigai mengaku tidak bisa menolak ajakan seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya. Menurutnya, salah satu sikap pemimpin adalah mendengarkan aspirasi rakyat.

"Saya kan pemimpin jadi mendengarkan itu penting. Tidak boleh rakyat menginginkan pertemuan, pemimpin nolak. Pemimpin itu mendengarkan aspirasi siapapun," kata Pigai kemarin.

Sebelumnya, Abu Janda dan Pigai sempat terlibat kasus dugaan rasialisme di media sosial. Polemik tersebut membuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkan Abu Janda ke pihak kepolisian lantaran membuat cuitan yang diduga bernuansa rasisme kepada Pigai.

Cuitan tersebut sudah dihapus oleh akun Twitter milik Abu Janda @permadiaktivis1. Dalam cuitannya, Abu Janda mengklaim hanya membela mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang sedang berseteru dengan Pigai di dunia maya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia, Parlemen
wwwwww