Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
15 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0

Komisi X Tekankan Pentingnya PJP Menjawab Tantangan Era 4.0
Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Politisi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian saat memimpin rapat PJP secara virtual bersama pemerintah, Kamis (4/2/2021). (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 05 Februari 2021 12:14 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan, PJP (peta jalan pendidikan) merupakan hal yang urgen untuk menjawab kebutuhan Revolusi Industri 4.0.

"Revolusi Industri 4.0 akan mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya teknologi. Oleh karena itu, PJP perlu mengakomodir kebutuhan SDM yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan mampu bersaing di pasar global," kata Hetifah saat memimpin rapat kerja dengan pemerintah Kamis, kemarin.

Hetifah, juga mengingatkan pentingnya sektor pendidikan untuk menjembatani ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan DUDI (dunia usaha dan industri)

"Kebutuhan DUDI dan ketersediaan tenaga kerja berbeda di setiap daerah. Di Bali, kebutuhan SDM pariwisata tinggi sedangkan di Jawa Barat yang menonjol adalah kebutuhan ahli teknologi rekayasa. Karenanya, link and match antara pendidikan dan industri juga harus ditingkatkan," kata Hetifah dikutip dari catatan rapat tersebut, Jumat (5/2/2021).

Rapat yang membahas kaitan sektor penelitian teknologi, kebutuhan industri strategis, serta link and match pendidikan dengan dunia kerja dalam PJP 2020-2035 itu, turut dihadiri oleh Dirjen Vokasi, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek RI, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kemenaker RI, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin RI, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin RI dan Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas RI.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, Balai Kota, Kampus, GoNews Group
wwwwww