Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Terobosan PB PASI Tambah Kuota Atlet ke Tokyo 2021

Terobosan PB PASI Tambah Kuota Atlet ke Tokyo 2021
Sekjen PB PASI demisioner,, Tigor Tanjung dampingi Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)
Sabtu, 30 Januari 2021 16:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ternyata PB PASI pimpinan Luhut Binsar Pandjaitan yang baru terpilih dalam Kongres PASI, 25 Januari lalu langsung bergerak cepat. Bahkan, pandemi Covid 19 yang belum mereda tak menjadi penghalang bagi PB PASI membuat terobosan dalam upaya menambah kuota atlet yang akan memperkuat Kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2021. 

Terobosan ini dilakukan mengingat adanya pengumuman dari Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach  yang memastikan bahwa pelaksanaan Olimpiade Tokyo digelar sesuai jadwal pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Apalagi, Atletik Dunia (World Atletic) yang sebelumnya bernama Federasi Atletik Amatir Internasional (IAAF) telah menetapkan batas pelaksanaan babak kualifikasi Olimpiade hingga Juni 2021.

Sampai saat ini, PB PASI baru mendapatkan satu tiket melalui sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri yang mencatat waktu 10,03 detik pada kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang 2019.  Catatan waktu yang dicapai pelari asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melampaui limit catatan waktu nomor Lari 100 Meter putra Olimpiade yakni 10,05 detik..

Sekjen PB PASI demisioner, Tigor Tanjung yang dihubungi Sabtu (30/1/2021), mengatakan pembatasan jadwal ini membuat PB PASI  berpikir keras untuk mencari terobosan tanpa menabrak ketentuan yang diberlakukan World Athletics. "World Athletics itu kan menentukan tiket ke Olimpiade  melalui poin dan limit waktu yang ditetapkan. Makanya, kita mencari terobosan yang tepat untut menambah jatah tiket ke Tokyo 2021 sehingga perjuangan dan pengorbanan atlet yang terus menjalani pelatnas Olimpiade tidak sia-sia," ujarnya. 

Untuk menambah poin sehingga bisa lolos ke Tokyo, kata Tigor, tidak mungkin dilakukan PB PASI di tengah pandemi Covid 19. "Sulit bagi kita di tengah pandemi Cobid 19 ini mengirimkan atlet pelatnas untuk mendapatkan poin dengan mengikuti event-event internasional yang kebanyakan digelar di Eropa dan Amerika,"  ujarnya.   

Pilihan terakhir, ungkap Tigor, meloloskan atlet ke Tokyo dengan cara menembus limit Olimpiade melalui event yang melibatkan peserta dari negara lain seperti Thailand dan Philipina. 

"Strategi menggelar event dengan melibatkan negara lain ini harus dilakukan. Sebab, bukan hanya sebagai terobosan menambah kuota atlet tapi sebagai jawaban dari ujung perjuangan atlet pelatnas untuk mendapatkan tiket ke Tokyo," katanya. 

"Soal rencana pelaksanaan even juga telah dikoordinasikan dan mendapat dukungan dari Wolrd Athletics.  Bahkan, Federasi Atletik Thailand pun sudah menyetujuinya. Saat ini, kita masih melobi federasi atletik Philipina," jelasnya. 

Lantas bagaimana pelaksanaanya? Tigor Tanjung menjawab, "Mengingat batas akhir kualifikasi atletik Olimpiade ada di bulan Juni 2021, sebaiknya dilaksanakan bulan Mei. Tempat pelaksanaannya  pun dilakukan secara bergilir dan tidak semua nomor yang dipertandingkan. Masing-masing negara menentukan nomor unggulannya. Sebagai contoh, jika digelar di Indonesia, PB PASI yang menentukan nomor unggulan yang dianggap berpeluang menembus limit Olimpiade. Begitu juga di Thailand maupun Philipina." ***

wwwwww