Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Pakar Sebut Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 15 Ribu, Ini Penyebabnya

Pakar Sebut Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 15 Ribu, Ini Penyebabnya
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra. (republika.co.id)
Minggu, 17 Januari 2021 08:32 WIB
JAKARTA -- Kasus Covid-19 di Indonesia semakin tidak terkendali. Buktinya, dalam beberapa hari terakhir, kasus harian terus meningkat signifikan.

Bahkan pada Sabtu (16/1/2021), kasus harian tercatat mencapai 14.224. Sehingga total kasus Covid-19 di Tanah Air telah mencapai 828.026.

Dikutip dari sindonews.com, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyebut setidaknya ada dua faktor yang menjadikan kasus harian Covid-19 kian bertambah banyak. Pertama, akibat aktivitas libur panjang di akhir Desember tahun lalu. Kedua, meningkatnya kapasitas laboratorium yang memeriksa spesimen.

''Jadi ini kasus kombinasi ya. Pertama, ini masih menjadi efek dari libur dan aktivitas pariwisata di akhir Desember. Kedua, memang ada testing yang bertambah kapasitasnya, sehingga deteksi rate juga meningkat,'' ujarnya ketika dihubungi, Ahad (17/1/2021).

Dikatakannya, terus meningkatnya jumlah kasus Covid-19 telah lama diprediksi banyak pihak. Bahkan, sambungnya, di hari-hari ke depan penambahan akan semakin banyak, dan mungkin bisa menembus 15.000 kasus.

''Ini memang kasus yang sudah terprediksi, jadi tidak mengagetkan. Ke depannya, akan tembus 15.000 per hari, dan bukan sesuatu yang mengagetkan akan ada rekor-rekor yang terjadi lagi,'' ucapnya.

Dia mengingatkan, selama kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak bisa diawasi secara ketat, maka penyebaran Covid-19 akan semakin masif. Menurutnya, virus ini dapat menyebar dengan cepat jika banyak aktivitas maupun kerumunan.

Selain itu, sambungnya, pemerintah seharusnya tidak terlalu sering melakukan perubahan kebijakan. Disarankannya, kebijakan harus dikeluarkan secara parsial dan jangan setengah-setengah.

''Selama kebijakan tidak dilakukan secara ketat itu pasti akan naik terus ya kasusnya. Pandemi Covid-19 ini menemukan celahnya ketika memang banyak aktivitas keramaian, kemudian aktivitas publik, dan juga terjadi transmisi di mana-dimana,'' paparnya.

Hermawan menegaskan, penerapan protokol kesehatan pun tidaklah cukup. Menurutnya, penerapan pembatasan sosial harus dilakukan secara serentak dan nasional.

''Mengandalkan protokol kesehatan saja tidak cukup. Memang harus ada kampanye dan penguatan lain ya yang dilakukan. Pembatasan kegiatan atau istilah PSBB itu harus dilakukan secara nasional kalau mau memutus mata rantai. Itu dipersiapkan, tidak secara tiba-tiba, keseringan kan kebijakan kita itu tiba-tiba ya jadi tidak efektif di lapangan,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww