Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
7 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
4
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Waduh... Indonesia Impor Listrik 120 MW dari Malaysia

Waduh... Indonesia Impor Listrik 120 MW dari Malaysia
Ilustrasi Sutet. (Foto: Istimewa)
Rabu, 13 Januari 2021 18:15 WIB
JAKARTA - Pemerintah memiliki program 35.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Namun, Indonesia masih impor listrik hingga saat ini.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan rasio impor listrik Indonesia 0,54%. Rasio ini menujukan tingkat kemandirian energi, khususnya listrik.

"Ini perlu kami jelaskan ini adalah salah satu indikator yang sesuai kesepakatan kami Pak Sekjen, Pak Ego melalui Biro Perencanaan, ini untuk mengukur tingkat kemandirian kita terhadap energi dalam hal ini listrik. Adakah sebagian yang listrik yang dikonsumsi dalam negeri itu di antaranya datang dari luar negeri, nyatanya ada," paparnya dalam teleconference, Rabu (13/3/2021).

Listrik tersebut merupakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Listrik tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Barat.

"Kita kerja sama bilateral dengan Malaysia, tepatnya Serawak sana, lebih khusus lagi Kalimantan Barat yang secara bilateral G to G, tentu pelaksananya adalah korporasi BUMN kelistrikan PLN dan di Malaysia Sesco yang kerja sama untuk jual beli listrik atau ekspor impor listrik," terangnya.

"Untuk tahap sekarang karena kerja sama tersebut dibagi beberapa tahap, untuk tahap awal sekarang kita sebagian impor dan impornya kalau dibandingkan dengan total yang kita konsumsi itu kurang lebih 0,54%," sambungnya.

Dalam megawatt (MW), Rida mengatakan, angka 0,54% itu sekitar 100-120 MW. "Itu kalau diperkirakan di megawattnya itu berkisar 100-120 MW," terang Rida.

Ia berharap, pembangkit listrik di sekitar Kalimantan Barat segera rampung, sehingga situasinya bisa berubah di mana Indonesia bisa mengekspor listrik.

"Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak begitu lama kalau sekiranya pembangkit di sekitar Kalimantan Barat itu sudah selesai maka pada saatnya kita akan mengembalikan situasi yaitu mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama," terangnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:DETIK.COM
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww