Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer
Ilustrasi scientist Covid-19 Pfizer. (foto: ist./Pfizer)
Sabtu, 09 Januari 2021 16:27 WIB

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melarang impor vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat dan Inggris, menyusul ketidakpercayaan negara itu pada efikesi vaksin AS.

"Impor vaksin AS dan Inggris dilarang. Saya telah memberitahukan hal ini kepada para pejabat dan saya akan mengatakannya di depan umum sekarang," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pada Jumat (8/1/2021), sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu.

"Saya tidak percaya pada mereka. Kadang-kadang mereka ingin menguji vaksin di negara lain... Jika orang Amerika mampu memproduksi vaksin, mereka tidak akan mengalami kegagalan virus Corona di negara mereka sendiri," tandas Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah berupaya untuk menghasilkan vaksin mereka sendiri. Vaksin bernama Coviran yang diproduksi Shifa Pharmed telah menjalani studi pertama tentang keamanan dan keefektifan pada Selasa (29/1/2021).

Akses Iran terhadap vaksin asing memang tercatat pernah 'terbatas'. Lansiran voaindonesia pada Selasa (29/12/2020) lalu menyebut, pihak berwenang Iran telah berulang kali menuduh bahwa sanksi-sanksi ekonomi yang keras dari Amerika menghalangi upaya mereka untuk membeli vaksin buatan luar negeri. Padahal, sanksi-sanksi AS sebenarnya mengecualikan pengobatan dan bantuan kemanusiaan ke Iran. Namun, bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan internasional ragu-ragu bertransaksi dengan Iran karena takut didenda atau dikunci dari pasar Amerika. Akhirnya, Iran berharap pada donatur yang ada di paman Sam.

Sehari sebelumnya, direktur Bulan Sabit Merah Iran, Karim Hemmati mengatakan, sekitar 150.000 dosis vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE akan dikirim ke Iran dalam waktu tiga minggu, di tengah kebutuhan Iran pada 40 juta dosis vaksin.

"Kami bekerja sama dengan sekelompok dermawan di Amerika Serikat," katanya dilansir Bloomberg, Senin (28/12/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Parlemen, Kuliner, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww